Emak-Emak Ke Dukun Buat 'Ritual' Tangkal Corona, Malah Jadi Korban Pencabulan
pixabay.com
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ibu-ibu di Tangerang nekat pergi ke dukun yang mengaku bisa menangkal virus corona (COVID-19). Tak disangka, mereka justru menjadi korban pencabulan dari dukun gadungan itu. Begini modusnya.

WowKeren - Sejumlah warga yang merupakan ibu-ibu asal warga Gebang Kota Tangerang mengaku telah pergi ke dukun untuk menangkal virus corona. Tak disangka, mereka justru menjadi korban pencabulan dari dukun abal-abal yang mengaku bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit termasuk mencegah COVID-19.

Setidaknya ada tujuh ibu-ibu yang menjadi korban pencabulan dan penipuan dari dukun tersebut. Mereka kemudian melaporkan sang dukung ke Polsek Jatiuwung, Polres Metro Tangerang Kota. Kepolisian langsung memburu dukun palsu tersebut.

"Sudah ada 7 wanita yang melaporkan diri ke Polsek Jatiuwung, umumnya Ibu-ibu," kata Kanit Reskrim Polsek Jatiuwung AKP Zazali seperti dilansir dari Merdeka, Kamis (15/10). "Dia merasa dirugikan karena tindakan cabul si dukun.

Zazali lantas menjelaskan modus kejahatan seksual yang dilakukan sang dukun. Berdasarkan keterangan saksi, sang dukun akan memulai aksinya dengan melakukan penawaran dan mengaku dirinya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit ke sejumlah warga Gebang.

Salah satu penawaran yang ditawarkannya adalah bisa menangkal virus corona. Hal ini tentunya membuat sejumlah warga tertarik dan penasaran, khususnya ibu-ibu. "Termasuk yang saat ini ditakutkan, yakni corona," jelas Zazali.


Sejumlah warga yang tertarik pun kemudian mengikuti pengobatan atau cara menangkal COVID-19 yang telah disiapkan dukun tersebut. Rupanya, proses pengobatan yang dilakukan layaknya ritual. Korban diminta mandi dan kemudian dibaluri minyak oleh sang dukun.

Saat melakukan pembaluran minyak ke tubuh korban, dukun tersebut langsung melancarkan aksi pelecehan. Dari keterangan korban yang didapatkan kepolisian, dukun itu melakukan pelecehan di bagian payudara dan kemaluan korban.

"Jadi pengobatannya itu korban disuruh mandi dan saat mandi korban dibaluri minyak oleh orang ini," ujar Zazali. "Saat pembaluran minyak itu korban melakukan pelecehan ke bagian payudara dan kemaluan korban."

Sementara itu, biaya yang dipatok sang dukun di setiap pengobatan beragam dan tidak selalu sama. Para korban kebanyakan hanya diminta untuk mengganti pembelian minyak untuk proses terapi. Biayanya sekitar Rp50 ribu hingga Rp500 ribu.

"Dimintain uang juga sebagai upah pengobatan. Itu enggak tentu, ada Rp 50 ribu, 200 sampai Rp 500 ribu. Uang itu sebagai pengganti pembelian minyak," papar Zazali. " Sementara itu keterangan selanjutnya kalau nanti dukun ini bisa kami amankan."

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts