Aksi Demo Tolak UU Ciptaker Terus Berlanjut, KSPI: Ke Depan Akan Semakin Besar
Getty Images/NurPhoto
Nasional
Pengesahan UU Cipta Kerja

Tak hanya itu, Presiden KSPI Said Iqbal juga menegaskan jika pihaknya tidak akan melibatkan diri dalam pembahasan aturan turunan dari Undang-Undang Cipta Kerja.

WowKeren - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengatakan pihaknya akan terus melakukan aksi penolakan terhadap Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja. Presiden KSPI Said Iqbal memastikan jika gelombang aksi penolakan ini akan semakin besar.

"Ke depan aksi penolakan Omnibus Law oleh buruh akan semakin membesar dan bergelombang," kata Said dalam keterangan tertulis seperti dilansir dari Kompas, Jumat (16/10).

Lebih lanjut, KSPI berencana untuk mengajukan uji materi UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi. Kemudian juga akan meminta legislatif review ke DPR RI dan eksekutif review ke Pemerintah.

"Kemudian, melakukan sosialisasi atau kampanye tentang isi dan alasan penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja," ujarnya melanjutkan. "Khususnya klaster ketenagakerjaan oleh buruh."

Tak hanya itu, Said juga menegaskan jika pihaknya tidak akan melibatkan diri dalam pembahasan aturan turunan dari UU Ciptaker. Hal ini sebagai wujud komitmen mereka yang menolak Omnibus Law UU Ciptaker.


"Buruh menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja," tegas Iqbal. "Dengan demikian tidak mungkin buruh menerima peraturan turunannya. Apalagi terlibat membahasnya."

Ia menegaskan jika rupanya tak semua tuntutan buruh diakomodasi dalam UU tersebut. Sehingga ia pun mementahkan klaim DPR yang menyebut jika 80 persen usulan buruh sudah ditambahkan dalam UU Ciptaker.

"Tetapi masukan yang kami sampaikan banyak yang tidak terakomodir, ditambahkan," tegasnya lagi. "Tidak benar apa yang dikatakan DPR RI bahwa 80 persen usulan buruh sudah diadopsi dalam UU Cipta Kerja."

Sementara itu, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) sebelumnya telah menyatakan akan menggelar aksi selama 5 hari, mulai Senin hingga Jumat pekan ini. Namun mereka membatalkan agenda tersebut pada Selasa (13/10) karena karena ada elemen lain non KSBSI yang rupanya ikut turun ke jalan.

"Saya khawatir ada yang anarkis sampai bakar-bakaran," kata Presiden KBSI, Elly Rosita dilansir Detik. "Itu tidak kita ajarkan dan tujuan kita hanya menolak UU-nya yang cacat formil dan tidak menjatuhkan Presiden."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts