Sri Mulyani Sebut Omnibus Law Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi
Instagram/smindrawati
Nasional

Sri menilai jika pemulihan ekonomi di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang penuh ketidakpastian ini tidak bisa jika hanya mengandalkan kebijakan fiskal dan moneter.

WowKeren - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut jika Omnibus Law UU Cipta Kerja yang saat ini masih menuai penolakan merupakan instrumen untuk memulihkan ekonomi Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Menkeu di hadapan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva saat menjadi panelis dalam CNBC Debate on Global Economy, Jumat (16/10).

Sri menilai jika pemulihan ekonomi di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang penuh ketidakpastian ini tidak bisa jika hanya mengandalkan kebijakan fiskal dan moneter. Semua instrumen harus dikerahkan untuk mencapai hasil yang lebih baik. Omnibus Law adalah salah satunya.

Selain itu, untuk mendukung pemulihan perekonomian dalam negeri, Sri mengatakan jika dukungan komunitas internasional juga penting. Terutama bagi negara miskin, agar mereka tidak hanya bisa bertahan dari krisis pandemi, namun juga memulihkan diri. Ia juga berbicara mengenai pentingnya peran vaksin.

"Bagi kami, dukungan berkelanjutan oleh komunitas internasional tidak hanya dalam pemulihan," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia. "Tapi juga akses vaksin akan sangat kritikal."


Dalam kesempatan itu, Sri juga menyinggung mengenai pemulihan ekonomi dengan memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan perubahan iklim. Pemberian stimulus fiskal atau insentif juga harus bisa membantu mengurangi karbon, misalnya dengan menyediakan energi terbarukan.

"Menyediakan yang lebih terbarukan dan proyek lebih hijau. Ini salah satu yang sekarang Indonesia lakukan," lanjut Sri. "Jadi kami menggunakan krisis ini dalam hal untuk mentransformasi ekonomi, saya harap negara lain mengambil langkah yang sama."

Lebih jauh, Sri menilai jika pemulihan ekonomi tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan namun juga dilihat dari sisi gender. Peran wanita, dikatakannya, harus mendapat dukungan.

"Kebanyakan jaring pengaman sosial dan dukungan UMKM, mereka akan membantu wanita. Jangan lupa COVID kebanyakan memberi dampak kepada wanita," imbuhnya. "Banyak tenaga kesehatan juga wanita."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts