Ramai Demo UU Ciptaker, Wakil Ketua DPR Batal Ketemu Wartawan Usai Dikabarkan Kecelakaan Sepeda
Nasional
Pengesahan UU Cipta Kerja

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin tidak bisa masuk kerja dan batal menemui sejumlah wartawan pada hari ini Jumat (16/10), bertepatan dengan demo UU Ciptaker. Ia dikabarkan mengalami kecelakaan sepeda.

WowKeren - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Azis Syamsuddin dikabarkan tidak bisa bekerja pada hari ini, Jumat (16/10) setelah diduga mengalami kecelakaan sepeda. Padahal, hari ini ia dijadwalkan untuk bertemu dengan sejumlah wartawan bertepatan dengan aksi demo penolakan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja.

Kabar Azis mengalami kecelakaan sepeda pertama disampaikan oleh koleganya, Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Ia mengaku mendapat kabar Azis mengalami kecelakaan di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Meski demikian, Dasco mendengar jika kondisi Azis saat ini baik-baik saja. Ia mengaku masih belum bisa memberikan informasi detail. "Katanya karena naik sepeda atau apa, tapi tidak apa-apa," kata Dasco seperti dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (16/10).

Kabar serupa juga diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar. Ia mengatakan pihaknya masih berusaha mencari informasi dan memastikan kabar kecelakaan itu. "Sedang kami cek," ujar Indra.


Azis sendiri siang ini memang dijadwalkan bertemu dengan sejumlah wartawan di kawasan Tangerang Selatan. Namun jelang acara, kader senior Partai Golkar tersebut batal hadir setelah dikabarkan mengalami kecelakaan sepeda.

Sosok Azis belakangan ini memang menjadi sorotan publik. Pasalnya, ia menjadi pemimpin rapat paripurna DPR yang mengesahkan RUU Ciptaker pada 5 Oktober lalu. Dampak pengesahan RUU Ciptaker, terjadi gelombang demonstrasi besar-besaran di sejumlah wilayah Indonesia.

Pada hari ini contohnya, mahasiswa kembali melakukan demo dan telah berkumpul di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat. Massa mahasiswa tersebut berasal dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jabodetabek-Banten.

Mereka melakukan aksi unjuk rasa karena menilai UU Ciptaker semakin merugikan pekerja dan tidak berpihak pada rakyat. Para mahasiswa hingga kini tidak bisa mendekati Istana Negara karena ditahan aparat kepolisian dengan kawat besi di depan Gedung Sapta Pesona.

Dalam oratornya, mahasiswa berjanji melakukan demo bukan untuk merusak fasilitas umum melainkan untuk merusak pesta oligarki elite penguasa. "Hadirnya mahasiswa di sini bukan untuk merusak fasilitas umum, tetapi hadirnya kita ini untuk merusak pesta elite oligarki," ujar orator demo seperti dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (16/10).

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts