LAPAN Ungkap Potensi Sampah Luar Angkasa Masuk Bumi Hingga Ancam Nyawa Manusia
Nasional

Perusahaan pelacakan yang berbasis di Amerika Serikat LeoLabs melaporkan jika sampah-sampah luar angkasa akan saling bertabrakan pada hari ini di ketinggian lebih dari 900 km.

WowKeren - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ikut buka suara terkait tabrakan sampah luar angkasa. Peneliti LAPAN Rhorom Priyatikanto menyatakan jika tabrakan ini berpotensi masuk ke bumi.

Jika serpihan hasil tabrakan benda angkasa tidak habis terbakar saat memasuki atmosfer bumi maka hal ini bisa menimbulkan bahaya. Tak menutup kemungkinan hal ini berpotensi menimbulkan korban jiwa.

"Bila ada serpihan yang tidak habis terbakar dan jatuh ke permukaan Bumi maka ada potensi bahaya atau bahkan potensi korban jiwa," kata Rhorom dilansir CNN Indonesia, Jumat (16/10). "Namun, nilainya memang teramat kecil."

Sebelumnya, diketahui jika perusahaan pelacakan yang berbasis di Amerika Serikat LeoLabs melaporkan jika sampah-sampah luar angkasa akan saling bertabrakan pada hari ini. Menurut Rhorom, hal ini belum bisa dipastikan mengingat probabilitas tabrakannya hanya sekitar 10 persen.


Kendati demikian, Rhorom mengatakan jika tabrakan pada ketinggian 900-an kilometer tersebut akan menghasilkan ratusan hingga ribuan serpihan sampah antariksa. Puing-puing sampah akan bisa membahayakan satelit operasional.

Menurutnya, ukuran serpihan sampah hasil tabrakan tidak akan begitu besar, sehingga diperkirakan akan segera habis terbakar atmosfer saat hendak masuk ke bumi. "Kecuali bekas roket Tiongkok yang mungkin bisa jatuh hingga permukaan Bumi," ujarnya.

Selain itu, ia menyebut jika suatu objek yang berada di ketinggian 900 km tidak akan jatuh begitu saja. Objek ini memerlukan waktu 10 tahun bahkan lebih untuk bisa masuk dan jatuh ke atmosfer bumi secara alamiah.

LeoLabs menyebut jika fenomena tabrakan akan berlangsung sejauh 616 mil atau sekitar 991 kilometer di atas Samudera Atlantik Selatan dengan probabilitas lebih dari 10 persen. Kendati demikian, angka ini termasuk tinggi mengingat massa gabungan benda-benda itu sekira 6.170 Ibs (2.800 kilogram).

Mereka akan meluncur dengan kecepatan relatif 32.900 mph (52.950 km per jam). Astronom dan pelacak satelit, Jonathan McDowell mengidentifikasi dua objek yang saling bertabrakan adalah Satelit Navigasi Soviet yang telah mati (Kosmos 2004) dan roket Stage milik China.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts