Demo Omnibus Law, Massa BEM SI Bubar Usai Diguyur Hujan Deras
Nasional
Pengesahan UU Cipta Kerja

Massa mahasiswa sempat bertahan di tengah guyuran hujan dan orator aksi membacakan empat tuntutan mereka di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat.

WowKeren - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali menggelar aksi unjuk rasa untuk menolak Omnibus Law Undang- Undang Cipta Kerja pada Jumat (16/10) hari ini. Massa mahasiswa tersebut berniat menggelar aksi di Istana Negara dan telah berkumpul sejak pukul 13.45 WIB.

Sayangnya, aksi unjuk rasa BEM SI tidak berlangsung lama kerena guyuran hujan deras sekitar pukul 16.00 WIB. Massa sempat bertahan di tengah guyuran hujan dan orator aksi membacakan empat tuntutan mereka di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat.

Meski hujan semakin deras, suara massa aksi terdengar makin keras dalam mengulang setiap tuntutan yang dibacakan orator. "Yang pertama mendesak Presiden untuk mengeluarkan Perpu demi mencabut Undang-Udang Cipta Kerja yang disahkan pada Senin 5 Oktober 2020," tutur sang orator.

Lalu yang kedua, mahasiswa mengecam sikap pemerintah yang mengintervensi gerakan rakyat menolak UU Cipta Kerja. Yang ketiga, BEM SI mengecam tindakan represif aparat kepolisian massa aksi menolak UU Cipta Kerja.


"Keempat mahasiswa Indonesia menyatakan bersatu untuk menolak UU Cipta Kerja dan membatalkan," ujarnya. Sang orator menyatakan bahwa mahasiswa akan terus bergerak untuk menolak UU Cipta Kerja hingga pemerintah mencabut aturan tersebut.

Massa BEM SI sempat menyanyikan lagu-lagu perjuangan mahasiswa di tengah hujan yang makin deras. Mereka akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 16.30 WIB.

Sebelumnya, Koordinator Wilayah BEM Se-Jabodetabek- Banten Aliansi BEM SI, Bagas Maropindra, mengingatkan massa demo untuk mewaspadai adanya impostor. Pasalnya, keberadaan impostor dikhawatirkan akan membuat demo berujung ricuh seperti pada Kamis (8/10) pekan lalu.

Sebagai informasi, istilah impostor kini tengah terkenal lewat game bertajuk "Among Us". Impostor digunakan untuk menyebut pemain yang bertindak sebagai penjahat namun menyamar sebagai kru kapal. Dalam demo, eksistensi impostor ini diibaratkan layaknya provokator yang bisa mengubah aksi demo yang tadinya aman dan kondusif menjadi ricuh.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts