Aktivis KAMI Diborgol Tuai Kritikan, Polri Beri Pembelaan Begini
Nasional
Pengesahan UU Cipta Kerja

Dalam konferensi pers soal tersangka penunggang demo UU Cipta Kerja, tampak para aktivis KAMI diborgol dan berompi oranye. Perlakuan ini pun mendapat kritikan dari masyarakat.

WowKeren - Polisi menangkap 8 petinggi dan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) terkait dengan demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law. Polisi menjerat kedelapan orang itu dengan UU ITE, salah satunya akibat terungkapnya skenario kerusuhan 1998 di demo UU Ciptaker.

Namun publik belakangan dibuat geram dengan polisi yang menampilkan para aktivis KAMI dengan tangan terborgol saat konferensi pers. Banyak yang menyebut para aktivis diperlakukan seperti itu karena memiliki pandangan berbeda dengan pemerintah soal UU Ciptaker.

Kendati demikian, Mabes Polri pun memberi klarifikasi perihal tudingan tersebut. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberi perlakuan berbeda kepada tersangka yang diproses.


"Selama ini kami sampaikan sama kan, tidak ada perbedaan dengan tersangka-tersangka lain kan," ujar Awi di Mabes Polri, Jumat (16/10). Awi lantas mencontohkan dengan dua tersangka kasus suap terkait pencabutan red notice Djoko Tjandra yang juga jenderal polisi, yakni Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo.

Awi menegaskan bahwa kedua tersangka juga mengenakan baju tahanan sebagaimana seharusnya. "Tadi kan (Prasetijo) pakai baju tahanan kan," tutur Awi, dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (17/10).

Sebelumnya polisi sudah menciduk 4 petinggi KAMI di Jakarta serta 4 orang lain yang berstatus sebagai petinggi dan anggota KAMI di Medan. Dalam konferensi persnya Kamis (15/10) malam kemarin, Polisi secara spesifik menyoroti anggota dan petinggi KAMI di Medan yang disebut-sebut merancang skenario untuk menunggangi demonstrasi penolakan UU Ciptaker demi menimbulkan kerusuhan seperti tragedi 1998.

"JG (salah seorang anggota KAMI Medan) ini di dalam WA group tadi menyampaikan 'batu kena satu orang, bom molotov bisa kebakar 10 orang, dan bensin bisa berceceran' dan sebagainya di sana," terang Argo. "Kemudian ada juga menyampaikannya 'buat skenario seperti 98, penjarahan toko Tiongkok dan rumah-rumahnya'. Kemudian 'preman diikutkan untuk menjarah'."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts