Kena COVID-19, Pria Ini Alami Gejala Tidur Panjang 20 Jam Sehari
Dunia
Pandemi Virus Corona

Seorang pria di Inggris mengalami gejala langka saat terinfeksi virus corona (COVID-19). Bukan kehilangan indra perasa, tetapi ia tidur 20 jam sehari, bahkan di posisi duduk bukan berbaring.

WowKeren - Berbagai gejala COVID-19 telah dilaporkan, mulai dari yang kerap dijumpai seperti, batuk, demam hingga sesak napas. Namun, baru-baru ini muncul sejumlah gejala tak biasa yang disebabkan oleh penyakit mematikan tersebut.

Salah satunya seperti yang terjadi pada seorang pria di Inggris yang tidak disebutkan namanya ini. Pria tersebut bukannya mengalami deman, atau kehilangan indra perasanya namun tertidur selama 20 jam sehari, bahkan di posisi duduk bukan berbaring.

Istri dari pria tersebut mengatakan hal ini terjadi setelah hampir 6 bulan lalu mengalami gejala virus Corona sampai sekarang. "Dia tidur sekitar 20 jam sehari, 20 jam dari setiap 24 jam dan sekarang dia masih tidur," ujar sang isri kepada para ilmuwan di Royal College of General Practitioners, dilansir Express, Sabtu (17/10).

"Dia lebih sering tidur selama 5,5 bulan terakhir ini setelah terinfeksi virus Corona," sambungnya. "Dia tidur nyenyak dengan posisi duduk, bukan berbaring. Dia benar-benar kelelahan."


Adapun pasien-pasien lain di Inggris yang juga mengalami hal yang sama. Mereka merasa seperti terus-menerus ditekan oleh beban yang berat.

"Saya masih bisa merasakan beban ini di dada saya. Kemudian sekitar 14-15 hari setelahnya, beban itu sudah hilang," kata pasien COVID-19 lainnya. "Rasanya seperti saya sedang terlindas. Saya merasa gravitasi seperti memberi tekanan ekstra pada anggota tubuh saya."

Sebelumnya, para peneliti menemukan kasus seorang perempuan yang mengalami gangguan pendengaran ketika terinfeksi virus Corona. Adalah Meredith Harrell yang merasakan telinga kanan mulai berdenging pada Juli 2020 kemarin, kemudian sekarang tak mampu mendengar apapun dari sana.

Sepekan setelahnya, Harrell dikonfirmasi positif COVID-19. Meski tak mengeluhkan sakit apapun, dokter spesialis pendengaran mengaitkan ketidakmampuan Harrell dalam mendengar dengan infeksi virus.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts