Lapas Di Bali Jadi Klaster Corona, ‘Panen’ 30 Napi Positif Termasuk WNA
Reuters/Beawiharta
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Lembaga permasyarakatan (Lapas) Kerobokan di Bali dilaporkan menjadi klaster penyebaran virus corona, sebanyak 30 napi termasuk WNA dinyatakan positif COVID-19.

WowKeren - Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan, Badung, Bali dilaporkan telah menjadi klaster penyebaran virus corona. Klaster ini muncul setelah 30 narapidana (napi) disana dinyatakan positif COVID-19 setelah melakukan swab test.

Pemeriksaan swab test dilakukan pada Rabu (21/10) lalu terhadap 227 napi. Hingga Jumat (23/10), baru 85 sampel yang keluar hasilnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 napi positif COVID-19.

Humas Kemenkumham Wilayah Bali I Putu Surya Dharma menjelaskan dari 30 napi positif COVID-19 tersebut, ada yang merupakan Warga Negara Asing (WNA). Ia mengungkapkan pihaknya masih terus melakukan pendataan terhadap jumlah napi yang terpapar virus corona.

”Dari pemeriksaan pertama itu kan hari Rabu, 227 diperiksa terus hasilnya baru keluar 85 kemudian dari 85, 30 yang positif,” jelas I Putu Surya Dharma seperti dilansir dari Detik, Jumat (23/10). “Termasuk ada orang asing juga.”

Surya berjanji akan terus memberikan data perkembangan terbaru begitu data lainnya keluar. “Nah ini masih didata karena masih campur, barusan keluar langsung saya laporkan belum di cermati,” ujar Surya.


Sebelumnya, temuan ini pertama diketahui saat pihak lapas melakukan kegiatan rapid test terhadap seluruh narapidana hingga petugas lapas sebagai langkah menekan laju penularan virus corona. Tak disangka, hasilnya menunjukkan sebanyak 627 orang reaktif.

”Iya betul betul (dari 627 yang hasil rapid test reaktif), baru 227 yang diperiksa (swab),” terang Surya. “Kan kemarin masih 227 kemarin yang di swab kemarin, baru 85 yang keluar.”

”Sisanya kan belum keluar besok Sabtu akan ada swab lanjutan lagi ini,” sambungnya. “Masih negosiasi sama dinas kesehatan kabupaten Badung karena semua dibantu dari mereka gitu.”

Surya lantas menjelaskan nasib narapidana yang positif COVID-19. Mereka saat ini langsung dibawa ke Wisma Kuta untuk melakukan karantina. “Di isolasi di ruang wisma adakan nama nama wisma Kuta di dalam lapas. Isolasi mandiri,” pungkasnya.

Bali telah mencatatkan 11.203 kasus virus corona hingga Jumat (23/10). Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.055 pasien dinyatakan sembuh dan 361 orang meninggal dunia akibat COVID-19. Sedangkan sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri (kasus aktif).

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts