Ma'ruf Amin Nilai Indonesia Cuma 'Tukang Stempel' Produk Halal, Apa Maksudnya?
Nasional

Wakil Presiden RI itu menilai Indonesia kurang memanfaatkan status sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar dunia lantaran terlalu fokus menjadi konsumen.

WowKeren - Indonesia dikenal sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Sayangnya kondisi ini dianggap tidak dimanfaatkan dengan baik, sebagaimana dievaluasi oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Sebab alih-alih menjadi produsen produk halal, menyesuaikan dengan tingkat kebutuhannya yang sangat besar, Indonesia malah lebih "menjiwai" berperan sebagai konsumen. Tak hanya itu, Ma'ruf bahkan menjuluki Indonesia tak lebih dari sekadar "tukang stempel" sertifikasi halal.

"Indonesia hanya sebagai konsumen dan tukang stempel untuk mengesahkan produk-produk halal di dunia," ungkap Ma'ruf dalam sebuah webinar, Sabtu (24/10). Menurutnya sampai saat ini ada 50 lembaga sertifikasi halal dunia yang mendapat endorsement dari Indonesia.

Padahal degan 267 juta jiwa penduduk muslim, Indonesia menyumbang sampai 10 persen dari pangsa produk halal dunia. Sementara nilai ekspornya cuma berkisar 3,8 persen dari total pasar halal dunia.

"Kita perlu sungguh-sungguh menjadikan Indonesia sebagai produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia," tegas Ma'ruf, dilansir dari Katadata. "Dengan sumber daya yang dimiliki Indonesia, peluangnya besar untuk menjadi produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia."


Dan demi menjadikan Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia, Ma'ruf menyebut diperlukan penguatan industri produk halal Indonesia. Salah satu caranya dengan membentuk kawasan industri halal.

Sejauh ini baru dua kawasan industri halal yang ada di Tanah Air. Yakni kawasan industri Modern Cikande Industrial Estate di Banten dan Safe and Lock Halal Industrian Park di Sidoarjo, Jawa Timur.

Selain itu, ada enam kawasan yang telah mengajukan permohonan penetapan kawasan industri halal. "Saya meminta Menteri Perindustrian segera meresponsnya," tutur Ma'ruf.

Diperlukan pula integrasi sistem informasi sehingga industri halal bisa berkembang dengan lebih baik. Tak hanya itu, UMKM juga didorong untuk bisa berkontribusi di upaya penguatan industri halal ini.

"Pusat-pusat bisnis syariah yang didukung oleh infrastruktur digital sebagai sarana interaksi pelaku pendukung syariah. Saya berharap pemerintah, BUMN, KADIN, dapat mendorong terciptanya pusat-pusat inkubasi dan pusat bisnis syariah," pungkas Ma'ruf.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts