Minta Maaf, 2 Pria Ini Ungkap Alasan Nekat Foto Bugil di Tempat Sakral Gunung Gede Pangrango
Nasional

Kedua pendaki yang membuat geger dengan berfoto telanjang di Alun-Alun Suryakencana, Gunung Gede Pangrango, Jabar akhirnya meminta maaf dan mengungkap alasan di balik aksi itu.

WowKeren - Belum lama ini media sosial dibuat geger dengan aksi dua pendaki pria yang berfoto telanjang di Alun-Alun Suryakencana, Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Pasalnya alun-alun itu merupakan tempat sakral di Gunung Gede Pangrango.

Bahkan pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sampai berniat menempuh jalur hukum atas potret viral tersebut. Dan kekinian, kedua pendaki itu mengunggah video permintaan maaf sembari menyebutkan alasan di balik aksi nyeleneh mereka.

"Halo saya Eyi, saya Bondan Ramadhani. Kami berdua ingin minta maaf sebesar-besarnya kepada teman-teman yang kurang berkenan tidak menyukai postingan saya (Bondan) dan Eyi di Instagram pribadi kami," ungkap kedua pendaki itu, dilansir dari Kumparan, Sabtu (24/10). "Khususnya masyarakat Jawa Barat, dan teman-teman pendaki di Indonesia."

Dan pada kesempatan itu, keduanya juga mengungkap alasan sampai nekat berfoto telanjang di sebuah tempat sakral. "Kami juga ingin klarifikasi tentang foto kami yang kami unggah di sosial media, bahwasanya foto itu adalah bagian riset artistik kami yang bertema fast fashion yang menuju pada Nudism," terang mereka.


"Juga imaji tubuh telanjang bisa digunakan sebagai, protes advokasi. Jadi dapat mengubah sudut pandang masyarakat atau orang-orang di sekitar," imbuhnya. "Jadi nudism di sini adalah menyuarakan protes atau advokasi."

Sebelumnya TN Gunung Gede Pangrango menilai jalur hukum bisa ditempuh untuk menyelesaikan potret viral tersebut. "Langkah selanjutnya Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango akan berkoordinasi dengan pihak berwajib terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran peraturan perundangan terkait ITE dan atau Pornografi," ujar TN Gede Pangrango, Kamis (22/10).

Para pendaki lain pun ikut mengungkap kecaman serupa. Mereka khawatir aksi tidak senonoh yang dilakukan dengan dugaan sekadar mencari sensasi ini akan membuat jalur pendakian kembali ditutup.

Tak hanya itu, Kepala inas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur Yudi Ferdiana juga mengecam perilaku ini. Sebab tindak asusila tersebut berpotensi mencoreng citra kota Cianjur.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts