Walhi Sorot Tajam Foto Viral Komodo-Truk Di NTT
wikimedia.org
Nasional
Proyek Jurrasic Park di Pulau Komodo

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) turut menyoroti foto viral seekor komodo yang terlihat menghadang truk di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT).

WowKeren - Media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya sebuah foto komodo yang terlihat menghadang sebuah truk di Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto itu diduga diambil di kawasan proyek pembangunan wisata “Jurassic Park” di Taman Nasional Komodo, Pulau Rinca, NTT.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) turut menyoroti foto tersebut. Koordinator Kampanye Walhi Edo Rakhman mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo yang berniat membangun tempat hiburan “Jurassic Park” di habitat komodo.

Edo menilai jika langkah pemerintah keliru lantaran berpotensi mengancam kehidupan komodo. Menurutnya, pemerintah seharusnya berupaya untuk mempertahankan habitat asli hewan endemik komodo di kawasan tersebut.

”Konsep pengembangan ini yang menurut kami sangat-sangat keliru diambil oleh Presiden Jokowi,” kata Edo seperti dilansir dari CNNIndonesia, Minggu (25/10). “Habitat alami harusnya dipertahankan jika tetap ingin hewan kadal raksasa ini menjadi kebanggaan Indonesia.”

Sebagai informasi, foto viral di media sosial ini menunjukkan bagaimana seekor komodo berhadapan dengan truk yang membawa perlengkapan konstruksi. Foto ini diduga diambil di kawasan taman nasional Pulau Rinca, NTT yang telah masuk ke dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.


Komodo

Twitter

Lebih lanjut Edo menilai jika pembangunan “Jurassic Park” akan meningkatkan konflik antara komodo dengan manusia. Terlebih, pemerintah telah menghadirkan kendaraan-kendaraan proyek pembawa material yang tidak familiar dengan kadal raksasa endemik tersebut.

Tak hanya itu, pembangunan tempat wisata di habitat asli komodo dinilai akan memberi pengaruh buruk terhadap perkembangbiakan kadal raksasa itu. Bahkan, pembangunan proyek “Jurassic Park” dinilai akan membuat kehidupan masyarakat adat terancam karena menggerus perekonomian warga di sekitar lokasi.

”Ke depan konflik antara satwa komodo dengan manusia akan semakin tinggi,” jelas Edo. “Baik dalam proses pembangunan yang sedang berjalan saat ini, maupun nanti kalau sudah beroperasi fasilitas-fasilitas tersebut.”

”Masyarakat adat dan atau masyarakat lokal, perlahan-lahan pasti akan tersingkir,” sambungnya. “Termasuk tatanan ekonomi lokal komunitas akan hancur karena akan tergerus dengan ekonomi-ekonomi kapitalis yang akan masuk.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts