Presiden Macron Dinilai Hina Islam, Jokowi Didesak Ikut Beri Kecaman Karena Faktor Ini
Reuters/Instagram/jokowi
Nasional

Presiden Joko Widodo didesak untuk ikut meramaikan kecaman kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dituduh hina Islam, dapat saran ini untuk ambil sikap wakili RI.

WowKeren - Presiden Joko Widodo didesak untuk segera mengambil sikap terkait pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai telah menuding Islam. Desakan ini dilontarkan oleh Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi NasDem, Willy Aditya yang meminta Jokowi ikut mengecam Presiden Macron.

Sebagai informasi, Presiden Macron menyatakan akan membiarkan majalah satire Prancis, Charlie Hebdo untuk menerbitkan ulang kartun Nabi Muhammad pada Selasa (1/9). Macron beralasan izin tersebut diberikan sebagai bentuk kebebasan berekspresi. Sontak, pernyataan Macron langsung memicu amarah dari beberapa negara muslim karena dinilai menghina Islam.

Willy lantas mendesak Jokowi untuk mengambil sikap dengan memberikan kecaman terkait penerbitan karikatur Nabi Muhammad. Hal tersebut bisa dilakukan dengan menelepon langsung Presiden Macron agar mencegah penerbitan karikatur yang sarat kontroversi tersebut.

Cara lainnya adalah dengan memberikan pernyataan resmi secara terbuka dan mengecam rencana penerbitan tersebut. Menurut Willy, Jokowi harus mengambil sikap lantaran ia menjadi pemimpin dari salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

”Sebagai kepala negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Pak Jokowi perlu mengambil sikap langsung,” ujar Willy seperti dilansir dari Detik, Selasa (27/10). “Pertama, bisa dengan menelepon langsung; atau kedua, berstatemen mengecam rencana tersebut.”


”Sikap pembiaran itu hanya akan membuat situasi di Perancis semakin tidak kondusif,” sambungnya. “Kaum muslim moderat yang awalnya antipati terhadap kelompok radikal di sana, bisa-bisa malah berbalik menyerang Macron akibat sikap gegabah itu.”

Presiden Macron sendiri dinilai berani mengambil keputusan tersebut sebagai reaksi atas terbunuhnya seorang guru bernama Samuel Paty di Prancis. Paty diketahui tewas dipenggal setelah menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada para murid-muridnya.

Lebih lanjut Willy mengkritik Presiden Macron sesat dalam berfikir. Ia menilai jika Macron telah mengambil langkah soal terbunuhnya Paty. Menurutnya, tindakan Paty bukan merupakan kebebasan berekspresi namun sebagai provokasi yang memicu kemarahan publik. Akibatnya, ada warga yang tidak terima hingga nekat membunuhnya.

”Tapi apa yang dilakukan oleh Paty juga adalah sebuah provokasi, bukan kebebasan berekspresi,” ungkap Willy. “Membuat kartun apalagi karikatur Nabi Muhammad bukanlah kebebasan berekspresi melainkan provokasi. Oleh karena itu, tindakan itupun harus dikecam.”

”Kalau dia sampai membiarkan rencana penerbitan karikatur, itu sama saja dia ikut memprovokasi umat Islam di dunia,” sambungnya. “Itu juga berarti dia akan membuat negaranya berada dalam kekacauan.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts