Peringati Hari Sumpah Pemuda, Jokowi: Infrastruktur Menyatukan Indonesia
Instagram/jokowi
Nasional

Demi mencapai Indonesia maju, maka diperlukan kerja sama dari seluruh bangsa dan tanah air. Solidaritas dan persaudaraan terus diperlukan untuk menjaga keindonesiaan

WowKeren - Hari ini, 28 Oktober, merupakan hari bersejarah bagi masyarakat Indonesia. 92 tahun lalu, Sumpah Pemuda telah membawa para pemuda dari seluruh penjuru nusantara menyisihkan perbedaan suku, agama, dan bahasa daerah demi Indonesia satu.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo alias Jokowi, dalam pidatonya hari ini, meminta segenap masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai momen bersatu menghadapi persoalan yang ada.

"Sumpah Pemuda justru membawa energi positif yang menyatukan persaingan dan perbedaan," kata Jokowi dalam video yang diunggah di kanal Youtube Sekretariat Presiden. "Tidak harus membuat kita melupakan adanya masalah-masalah bersama, kepentingan-kepentingan bersama, maupun tujuan-tujuan bersama."

Demi mencapai Indonesia maju, maka diperlukan kerja sama dari seluruh bangsa dan tanah air. Solidaritas dan persaudaraan terus diperlukan untuk menjaga keindonesiaan.

"Menjadi Indonesia tidak cukup hanya menjadi bagian dari wilayah Indonesia," lanjut Kepala Negara. "Kita harus bekerja sama untuk merawat keindonesiaan. Keindonesiaan harus selalu dijaga dengan semangat solidaritas dan rasa persaudaraan."


Dalam kesempatan itu, ia juga berbicara mengenai upaya membangun Indonesia. Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur. Menurut Jokowi, infrastruktur tak kalah penting untuk mendukung persatuan Indonesia. "Kita juga membangun infrastruktur yang memudahkan konektivitas antarwilayah, antarpulau, untuk mempersatukan Indonesia," ujar Jokowi.

Pembangunan, disebutnya harus dilakukan secara merata dan adil di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga hal ini akan membuat masyarakat di berbagai wilayah merasa jika mereka telah menjadi bagian dari Indonesia dan berkontribusi untuk memajukan bangsa.

Jokowi juga menekankan pentingnya toleransi antar suku bangsa. Hal ini merupakan modal penting untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

"Kita harus saling membantu satu sama lain dalam semangat solidaritas," kata Kepala Negara. "Tidak ada Jawa, tidak ada Sumatera, tidak ada Sulawesi, tidak ada Papua. Yang ada saudara sebangsa se-tanah air."

Di era globalisasi seperti sekarang ini, ancaman persaingan antarnegara kian sengit yang tak jarang berujung pada upaya saling menghancurkan. Sehingga ia ingin agar peringatan Hari Sumpah Pemuda ini mampu melahirkan energi positif.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts