PLN Kampanyekan Kompor Induksi, Masyarakat Bisa Dapatkan Gratis Dengan Cara Ini
Nasional

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tengah memperkenalkan kompor induksi ke masyarakat dengan menggelar kampanye program Gerakan Konversi Satu Juta Kompor Elpiji ke Induksi. Seperti apa?

WowKeren - Sebuah terobosan besar dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memperkuat ekonomi nasional. Yaitu dengan mengembangkan kompor induksi yang dapat diatur panasnya sehingga memudahkan pekerjaan sehari-hari.

Mereka pun mengkampanyekan produk tersebut di kalangan masyarakat. Kampanye tersebut dilaksanakan dengan program Gerakan Konversi Satu Juta Kompor Elpiji ke Induksi.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, untuk mendukung program tersebut, pihaknya akan mengajak pemerintah berpartisipasi aktif, dengan cara mengeluarkan kebijakan. Salah satu kebijakan yang diusulkan oleh PLN ke pemerintah ialah penukaran kompor beserta tabung elpiji menjadi kompor induksi secara gratis.

Usulan tersebut berangkat dari pengalaman pemerintah yang pernah melakukan program konversi serupa, yakni pada tahun 2008, dimana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan program penukaran kompor minyak tanah menjadi tabung beserta kompor elpiji. "Dulu kami sudah beberapa tahun lalu ada konversi dari minyak tanah ke elpiji yang dilakukan pada saat itu kompor-kompor minyak tanah diambil, masyarakat diberikan tabung ditambahin dengan kompornya," tuturnya dalam konferensi pers, Selasa (27/10).

Menurut Bob, program serupa bisa dilaksanakan demi menggalakan penggunaan kompor induksi di kalangan masyarakat. "Mungkin masyarakat bisa menukarkan kompor elpiji bersama tabung ditukarkan gratis dengan kompor induksi," katanya.


Dengan tumbuhnya penggunaan kompor induksi yang berbahan bakar listrik, maka subsidi dan impor elpiji akan menyusut. "Kalau ada benefit dari devisa saya kira ini bisa dilakukan," jelasnya.

Selain itu, penggunaan kompor listrik rupanya memiliki keunggulan yaitu bisa menghemat pengeluaran mencapai Rp 50.000 per bulan. "Dari yang kita hitung itu bisa hemat Rp 40 ribu-Rp 50 ribu sebulan," ungkapnya.

Bob menambahkan, menurut kajian teknis laboratorium Institut Teknologi PLN, kompor induksi memerlukan tenaga sebesar 1.200 watt untuk memasak 1 liter air. Biaya yang diperlukan pun hanya sebesar Rp 158, sementara menggunakan kompor elpiji tabung 12 kg (api maksimal) bisa mencapai sekitar Rp 176.

Selain menghemat biasay, keunggulan lainnya secara jelas terlihat pada keamanan pengoperasian masing-masing kompor tersebut. Pengoperasian kompor induksi tidak ada api yang menyala sehingga lebih menghindarkan risiko. Sebaliknya, kompor elpiji memiliki risiko kebakaran.

Kompor induksi juga dilengkapi oleh sensor yang dapat otomatis mati berdasarkan setting waktu atau sensor panas ketika overheat. Sedangkan kompor gas harus lebih hati-hati karena koneksi tabung gas harus dijaga agar tidak bocor.

Tak hanya itu, dari segi perawatannya pun kompor induksi terbilang lebih mudah. Kompor induksi permukaannya berbahan keramik atau kaca licin sehingga mudah dibersihkan.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts