Ternyata Berkonsep Ekowisata, Terungkap Sosok yang Viralkan Istilah 'Jurassic Park' Komodo di NTT
Nasional
Proyek Jurrasic Park di Pulau Komodo

KLHK menegaskan penataan Pulau Rinca tidak mengusung konsep 'Jurassic Park', seperti disampaikan pula oleh Pemprov NTT. Lantas siapa yang pertama kali menggaungkan istilah ini?

WowKeren - Beberapa waktu belakangan rencana penataan kawasan wisata perlindungan komodo di Pulau Rinca, NTT, terus menjadi sorotan karena konon akan disulap menjadi "Jurassic Park". Belakangan anggapan ini dibantah oleh sejumlah pihak, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem KLHK, Wiratno menegaskan tidak ada konsep "Jurassic Park" dalam rencana penataannya. Sebab konsep yang diusung adalah ekowisata.

"Jadi saya jawab tadi yang pertanyaan tentang Jurassic Park itu, saya tidak tahu dari mana, ya," terang Wiratno, Rabu (28/10). "Jadi (pembangunan), ini sebetulnya pengganti sarana prasarana yang terpencar-pencar menjadi satu sistem terpadu."

Lantas mengapa narasi yang beredar adalah Taman Rinca akan diubah selayaknya "Jurassic Park"? Menilik ke belakang, rupanya istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut yang kala itu masih menjabat sebagai Menko Kemaritiman menyatakan pemerintah tak akan menutup Pulau Komodo. Malah pemerintah berencana mengembangkan kawasan pariwisata di sana agar "mengimbangi" Labuan Bajo yang memang kian dikenal.


"Itu kayak dinosaurus (Jurassic Park) di Komodo, mau dibikin research center," kata Luhut di kantornya, Jakarta Pusat, 11 Oktober 2019. "Kita mau atur supaya nggak semrawut."

"Jadi jangan khawatir enggak dapat kerjaan. Dengan adanya penataan begini, maka nanti penduduk setempat akan lebih sejahtera," imbuh Luhut, dilansir dari Detik Finance.

Tidak hanya Pulau Komodo, sasaran pemerintah juga Pulau Rinca yang turut dihuni sejumlah besar populasi komodo. Kala itu Luhut menyebut Pulau Rinca akan direnovasi dengan berbagai fasilitas, mulai dari pusat riset sampai penginapan eksklusif.

Namun kekinian, ketika pembangunan mulai dilakukan dengan target selesai pada Juni 2021, malah menuai pro dan kontra. Pemerintah juga menegaskan bahwa konsep penataannya bukan membangun "Jurassic Park" seperti yang dinarasikan banyak orang selama ini.

Pro dan kontra yang timbul terutama karena pembangunan dikhawatirkan bisa mengganggu upaya perlindungan komodo. Namun KLHK menegaskan bahwa wisata tidak pernah mengganggu konservasi komodo, seperti data berikut ini.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts