Uji Vaksin COVID-19 Rusia di India Selesai Paling Cepat Tahun 2021
AP
Dunia
Vaksin COVID-19

Perusahaan farmasi Dr Reddy's Laboratories Ltd. berharap bisa menjaring 100 peserta untuk tahap uji coba menengah dan 1.500 orang untuk uji coba vaksin tahap akhir.

WowKeren - Perusahaan farmasi besar India, Dr Reddy's Laboratories Ltd., meluncurkan jadwal awal untuk uji coba kandidat vaksin virus corona Rusia, Sputnik V. Uji coba tahap akhir diharapkan akan selesai paling cepat Maret 2021 mendatang.

Chief Executive Officer Erez Israel mengatakan pendaftaran uji coba tahap menengah vaksin Sputnik V akan dimulai dalam beberapa pekan ke depan. Menurutnya, uji coba kemungkinan akan berakhir pada Desember mendatang.

"(Uji coba tahap 3) dapat berakhir secepat akhir Maret, tetapi bisa berlangsung hingga April atau Mei," kata Erez Israel pada konferensi pers, sebagaimana dikutip dari Republika.

Dalam pernyataannya, ia juga mengatakan garis waktu akan bergantung pada hasil uji coba tahap 2 dan selanjutnya persetujuan dari otoritas.


Perusahaan yang berbasis di Hyderabad ini telah menerima persetujuan baru untuk uji klinis tahap akhir di India dari vaksin Sputnik V awal bulan ini. Hal itu dilakukan setelah awalnya menandatangani kesepakatan dengan Dana Investasi Langsung Rusia pada September.

Perusahaan mengharapkan bisa menjaring 100 peserta untuk tahap uji coba menengah dan 1.500 orang untuk uji vaksin tahap akhir. Saham perusahaan ditutup 2,9 persen lebih rendah pada 4.951 rupee di pasar Mumbai yang lemah setelah Dr Reddy melaporkan penurunan 30,3 persen dalam laba bersih konsolidasi setelah pajak dari tahun sebelumnya. Penjualan bersih melonjak menjadi 47,77 miliar rupee dari 39,98 miliar rupee tahun lalu.

Perusahaan pembuat obat itu pekan lalu mengisolasi semua layanan pusat datanya sebagai tindakan pencegahan setelah serangan siber. Pihaknya mengatakan itu adalah serangan ransomware, tetapi belum memastikan apakah ada informasi pribadi yang diakses.

Di sisi lain, India memiliki delapan juta infeksi COVID-19 dan menjadi negara urutan kedua setelah Amerika serikat dengan kasus tertinggi di dunia. Karena itu, India menggantungkan harapan pada vaksin demi membendung penyebaran pandemi yang lebih ganas.

Musim perayaan keagamaan yang tengah berlangsung serta pemilihan majelis negara bagian dipandang menambah tantangan dalam memerangi pandemi yang bermula dari Tiongkok ini.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts