Penanganan COVID-19 Indonesia Disebut Lebih Baik Dari Rata-Rata Dunia, Ini Buktinya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Indonesia mencatatkan 3.565 kasus positif COVID-19 baru pada Kamis (29/10) kemarin. Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 di Tanah Air telah mencapai 404.048 kasus.

WowKeren - Kondisi penanganan pandemi virus corona (COVID-19) di Indonesia disebut lebih baik dari rata-rata dunia. Hal ini disampaikan oleh Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional di laman resmi covid19.go.id.

Penanganan corona Indonesia yang lebih baik dari rata-rata dunia bisa dilihat dari data per 29 Oktober 2020 yang disampaikan Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. Yang pertama, jumlah kasus aktif COVID-19 Indonesia kini hanya mencapai 60.569 kasus atau 14,9 persen dari jumlah kumulatif kasus positif.

Kondisi di Indonesia ini disebut sangat baik jika dibandingkan dengan persentase rata-rata dunia yang masih berada di angka 24,23 persen. "Perbedaan angka persentase dengan dunia semakin lebar, dimana jumlah kasus aktif di Indonesia makin menurun," tutur Wiku dalam keterangan pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (29/10) kemarin.

Lalu yang kedua, jumlah angka kesembuhan COVID-19 di Tanah Air kini telah mencapai 329.778 atau 81,6 persen dari jumlah kumulatif kasus positif. Menurut Wiku, angka kesembuhan ini lebih tinggi dari persentase rata-rata dunia yang berada di angka 73,12 persen.


Namun demikian, jumlah kematian akibat COVID-19 di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia. Indonesia mencatat total 13.701 kasus kematian atau 3,4 persen dari jumlah kumulatif kasus positif. Sedangkan rata-rata kematian COVID-19 di tingkat global kini berada di angka 2,63 persen.

Di sisi lain, Indonesia juga mencatatkan 3.565 kasus positif COVID-19 baru pada Kamis (29/10) kemarin. Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 di Tanah Air telah mencapai 404.048 kasus.

Melansir data Kementerian Kesehatan yang diunggah oleh BNPB, DKI Jakarta melaporkan tambahan kasus tertinggi dengan 713 kasus pada Kamis kemarin. Dengan demikian, Jakarta hingga kini masih menjadi provinsi dengan jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 tertinggi di tingkat nasional, yakni mencapai 104.235 kasus.

Kemudian disusul oleh Jawa Barat yang melaporkan 459 kasus baru, dan Jawa Tengah dengan 368 kasus baru. Lalu ada Sumatera Barat yang melaporkan 335 kasus baru dan Jawa Timur dengan 268 kasus baru.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts