Guru Besar Unpad Sebut Uji Klinis Vaksin Corona Pasti Dihentikan Sejak Awal Jika Tak Aman
Nasional
Vaksin COVID-19

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof Cissy Rachiana Sudjana Prawira Kartasasmita memberikan jawaban atas keraguan yang dimiliki masyarakat soal vaksin COVID-19.

WowKeren - Banyak negara kini berlomba-lomba untuk mengembangkan vaksin virus corona (COVID-19). Vaksin kini menjadi salah satu harapan untuk menghentikan pandemi COVID-19.

Meski demikian, masih ada masyarakat Indonesia yang meragukan dan bahkan enggan disuntik jika vaksin COVID-19 nantinya telah tersedia. Menurut survei yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebanyak 7,6 persen masyarakat Indonesia menolak untuk divaksin COVID-19.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof Cissy Rachiana Sudjana Prawira Kartasasmita lantas memberikan jawaban atas keraguan yang dimiliki masyarakat soal vaksin COVID-19. Universitas Padjajaran diketahui terlibat dalam uji klinis vaksin corona Sinovac asal Tiongkok di Bandung, Jawa Barat.

Menurut Prof Cissy, proses uji klinis dapat diberhentikan jika ditemukan proses- proses dan hasil yang tidak aman pada manusia. Namun sejauh ini, vaksin Sinovac yang telah diujikan kepada 1.620 relawan masih belum menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan.


Ia juga menegakan bahwa uji klinis pasti sudah dihentikan sejak awal apabila produk vaksin tersebut tidak aman. Tim penguji pun menanti hasil akhir uji klinis pada akhir tahun 2020 ini.

"Kalau tidak aman, uji klinik sudah dihentikan dari awal, dengan kata lain tidak boleh naik kelas. Ini sudah bisa dikatakan aman, fase I sudah ada reportnya, aman," ungkap Prof Cissy pada Jumat (30/10). "Kemudian dilanjutkan dengan fase II, sudah dilaporkan aman."

Prof Cissy mengungkapkan bahwa keamanan vaksin corona juga sudah dibuktikan dan tercantum dalam jurnal-jurnal internasional yang sudah terakreditasi. Selain itu, laporan uji klinis fase I dan II vaksin Sinovac juga telah dipublikasikan dalam jurnal, sehingga makin menguatkan keamanannya.

"Dalam jurnal tersebut dikatakan uji klinik fase I dan II dari vaksin COVID-19 Sinovac sudah aman, itu bagus sekali," jelas Prof Cissy. "Tapi memang laporan uji klinik fase III memang belum ada, karena yang di Brasil mungkin baru selesai bulan Oktober ini, dan yang di Indonesia baru selesai tahun depan. Sebaiknya kita tunggu hasil dari uji klinik fase III."

Tak hanya itu, Prof Cissy juga mengapresiasi pernyataan Presiden Joko Widodo agar tak terburu-buru menggunakan vaksin corona tertentu. "Kami sangat senang dan menyambut baik apa yang Bapak Presiden katakan mengenai vaksin COVID-19, harus dipastikan aman dan jangan terburu-buru. Karena keamanan untuk semua orang sangat penting," pungkas Prof Cissy.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts