Megawati Pedas Tanyakan Sumbangsih Milenial Selain Demo, DPR RI Ikut Meradang
Nasional

Presiden ke-5 itu sempat mengkritik anak muda Indonesia yang dianggap tidak berkontribusi positif. Namun anggota DPR RI termuda dari F-NasDem Hillary Brigitta Lasut memberi bantahan.

WowKeren - Beberapa hari lalu Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri melempar kritikan pedas terkait banyaknya demonstrasi yang terjadi. Ia menilai negara terlalu memanjakan kaum milenial yang dianggapnya tidak memberi sumbangsih selain berdemo.

Kritikan pedas ini langsung menuai banyak kecaman, seperti dari BEM SI hingga pengamat. Selain itu, seorang anggota DPR RI Fraksi NasDem, Hillary Brigitta Lasut yang merupakan wakil rakyat termuda periode 2019-2024 ikut membantah kritikan itu.

Ia menolak menyebut milenial tak memberi banyak kontribusi positif di Indonesia. Demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu, ungkap Hillary, bukan satu-satunya sumbangsih kaum muda kepada bangsa.

"Kalau kita bicara kontribusi jangan hanya karena satu hal kemarin," ujar Hillary yang menyayangkan kritikan Megawati itu, Jumat (30/10). "Karena ada demonstrasi kemarin dan kemudian ada terjadi tindakan anarkis kita melihat hanya dari sisi itu saja."

"Bagaimana dengan ternyata kaum milenial telah berhasil untuk membangkitkan awareness dari publik untuk mempertanyakan apa yang tidak mereka pahami," jelas Hillary, dilansir dari Kompas. "Apa yang masih menjadi pertanyaan besar di pikiran masyarakat soal misalnya Undang-undang Cipta Kerja?"


Hillary memandang upaya kaum muda untuk sampai turun ke jalan demi menyampaikan aspirasi merupakan wujud usaha untuk membangun kesadaran publik terhadap kondisi bangsa. Meski Hillary juga tidak menampik masih banyaknya anak muda yang tidak memahami sepenuhnya UU Ciptaker sehingga mudah termakan hoaks. Kendati demikian situasi ini juga bisa dialami dari berbagai kalangan usia alih-alih anak muda saja.

Kontribusi anak muda terhadap bangsa, lanjut Hillary, tak bisa disamaratakan. "Dan tidak adil kalau seandainya milenial distereotipkan dengan hanya bisa demo saja," ujar Hillary.

"Apakah kontribusi itu semua anak milenial harus jadi ketua umum partai? Atau harus jadi anggota DPR? Atau jadi kepala daerah baru dianggap berkontribusi? Kan tidak juga," tegasnya.

Kendati demikian, Hillary juga tidak menyalahkan pandangan Megawati. Sebab sebagai senior di bidang politik, Megawati pantas merasa geram mendapati demonstrasi malah berujung kerusuhan dan perusakan fasilitas umum.

Sehingga alih-alih menganggap pernyataan Megawati sebagai hal negatif, Hillary mengajak kaum muda untuk bekerja sama membuktikan bahwa ada kontribusi positif yang bisa ditunjukkan. "Bagi milenial ini adalah cambukan kita harus berkontribusi lebih baik lagi," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts