15 Juta Bahan Baku Vaksin Corona Sinovac Siap Datang Walau Belum Tuntas Uji Klinis, Ini Kata IDI
Nasional
Vaksin COVID-19

Bio Farma mengonfirmasi ada 15 juta bulk vaksin COVID-19 buatan Sinovac Tiongkok yang siap tiba November 2020 nanti. Padahal saat ini uji klinis fase III-nya belum selesai.

WowKeren - Saat ini proses uji klinis fase III atas vaksin COVID-19 buatan Sinovac Tiongkok masih berlangsung di Kota Bandung, Jawa Barat. Kendati peneliti dari Universitas Padjajaran sudah menyatakan bahwa vaksin itu aman, namun hingga kini uji klinis masih berlangsung serta izin edar pun belum diturunkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Padahal sedianya November 2020 mendatang Indonesia akan kedatangan hingga 15 juta dosis bulk vaskin. Yang dimaksud dengan bulk vaksin adalah bahan baku yang akan dikembangkan dan diproduksi oleh PT Bio Farma.

Lantas bagaimana nasib bulk vaksin ini jika uji klinisnya saja belum tuntas? Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) pun menegaskan bahwa pengolahan dan penyuntikan vaksin harus tetap ditunda sembari menanti izin edar darurat (Emergency Use Authorization / EUA) diterbitkan BPOM.

"Pertama adalah menunggu sampai uji klinis fase tiga terbukti bermanfaat dan efek samping minimal kemudian baru bisa diberikan," ujar Ketua Satgas COVID-19 IDI Zubairi Djoerban, Jumat (30/10). "Jadi, bisa membeli (bulk vaksin) terlebih dahulu namun belum dipakai karena menunggu izin edar atau UEA dari BPOM."


Demi memastikan bulk vaksinnya tetap aman, maka sebaiknya ditempatkan di ruangan penyimpanan dingin sampai EUA keluar. Penyimpanan sangat memengaruhi bagaimana kualitas vaksin nantinya, sedangkan saran yang ia sampaikan tidak akan merusak mutu dan efektivitas vaksin tersebut.

"Jadi, memang perlu banyak (vaksin). Kemudian penyimpanan yang baik dan benar mulai disiapkan saat ini," jelas Zubairi, dikutip dari Republika.

Terkait dengan kedatangan sampai jutaan dosis bulk vaksin ini tidak dianggap sebagai sesuatu yang buruk oleh Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih. Daeng memahami bahwa pemerintah Indonesia hanya ambil ancang-ancang demi mencegah kehabisan kesempatan mendapatkan vaksin.

"IDI meyakini BPOM akan bekerja dengan profesional dalam memberikan izin edar," kata Daeng. IDI sendiri memperkirakan bahwa BPOM bisa menerbitkan EUA paling cepat akhir Desember 2020.

Perihal kedatangan belasan juta dosis bulk vaksin ini dibenarkan oleh Bio Farma. "Saat ini posisinya untuk bulan November 2020 ini 15 juta dosis bulk," terang Kepala Divisi Unit Klinik dan Imunisasi Bio Farma, Mahsun Muhammad, Rabu (28/10).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts