Indonesia Resmi Resesi, Pengusaha Restoran Tak Mau Ambil Pusing
Reuters
Nasional
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Kalangan pengusaha restoran yang tergabung dalam PHRI mengaku tidak terlalu memperhatikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang resmi dinyatakan resesi. Kenapa?

WowKeren - Indonesia telah dipastikan resesi dimana ekonomi RI pada Kuartal III 2020 kembali ambles ke level minus 3,49 persen. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistika Suhariyanto pada Kamis (5/11) kemarin.

Meski begitu, kalangan pengusaha restoran mengaku tidak terlalu memperhatikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang resmi dinyatakan resesi. Menurutnya, bisnis restoran salah satu industri riil yang paling terkena dampak sejak awal pandemi, mereka mengaku sudah mengalami 'resesi' lebih dulu.

"Kita udah nggak lihat lagi resesi yang negatif, lihat diri sendiri saja udah pusing," kata Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bidang Restoran Emil Arifin dilansir CNBC Indonesia, Jumat (6/11). "Terus terang kita nggak perhatikan itu, karena persoalan internal sendiri saja sudah ribet."

Sektor ini memang menjadi salah satu yang paling 'berdarah-darah'. Permintaan atau demand bahkan belum kembali ke normal.

Apalagi adanya pembatasan sosial yang ditetapkan di dalam restoran sebesar 50% pun diakui Emil tidak membuat dunia usaha mampu menutupi ongkos yang sudah keluar atau balik modal. Di sisi lain, banyak perkantoran yang belum memberlakukan operasional seperti sedia kala.


Pegawai yang biasanya bekerja di kantor kini lebih banyak bekerja dari rumah (WFH). Sehingga sulit untuk mengharapkan demand dari sektor tersebut.

"Biasanya orang ada meeting di restoran, socio life di restoran, ketemu A,B,C di restoran. Lunch sama dinner," paparnya. "Biasa habis rapat dinner di restoran. Ini nggak ada. 50% dari kapasitas yang ada nggak bisa menutupi cost."

Kondisi restoran itu menjadi gambaran riil bahwa di lapangan ekonomi belum sepenuhnya baik. Secara makro, PDB Indonesia pada kuartal III-2020 mengalami kontraksi atau tumbuh negatif 3,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Ini menjadi kontraksi kedua setelah kuartal sebelumnya output ekonomi tumbuh negatif 5,32% YoY. Indonesia sah masuk jurang resesi untuk kali pertama sejak 1999.

Sementara itu, Ekonom CORE Indonesia Mohammad Faisal menyebutkan jika resesi merupakan alarm bagi pemerintah untuk segera melakukan pemulihan ekonomi agar Indonesia tidak terlalu lama terjebak dalam jurang resesi. Ia juga membeberkan sejumlah cara untuk Indonesia bisa memulihkan diri dari kondisi ini, mulai dari mempertahankan daya beli masyarakat hingga serius menanggulangi pandemi COVID-19.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts