Ekonomi Tumbuh 5 Persen, Jepang Berhasil Keluar Dari Jurang Resesi
Dunia
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Jepang akhirnya keluar dari jurang resesi pada kuartal ke III tahun 2020 menyusul terjadinya pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5 persen. Hal ini lebih baik dari perkiraan para ekonom,

WowKeren - Jepang akhirnya keluar dari jurang resesi pada kuartal ke III tahun 2020. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5 persen.

Dikutip ?AFP, Selasa (17/11), kenaikan permintaan domestik serta ekspor mendorong pertumbuhan ekonomi Jepang. Pada kuartal sebelumnya, Negeri Sakura itu mencatatkan penyusutan ekonomi 8,2 persen, lebih dalam dari perkiraan sebelumnya 7,9 persen.

Angka itu merupakan yang terburuk bagi Jepang, sejak data pembanding tersedia pada 1980. Bahkan, melebihi dampak krisis ekonomi global 2008. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III ini menjadi kabar baik bagi pemerintah Jepang yang telah menghindari langkah-langkah penguncian ketat akibat virus corona.

Pencapaian ini juga mematahkan ekpektasi ekonom yang menyebut pertumbuhan ekonomi Jepang pada kuartal III pada 4,4 persen. Para analis mengatakan jika pemulihan ekonomi kemungkinan akan berlanjut hingga kuartal terakhir tahun ini.


"Antara Juli dan September, kegiatan ekonomi di Jepang kembali ke status yang agak normal karena pemerintah mencabut keadaan darurat di negara itu," kata Naoya Oshikubo, ekonom senior di Sumitomo Mitsui Trust. "Ke depan, kami percaya bahwa angka PDB pada kuartal berikutnya akan terus menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meskipun dengan kecepatan lebih lambat."

Sebelumnya, Negeri Sakura telah berjuang dengan ekonomi yang stagnan dan dampak dari kenaikan pajak konsumsi yang diterapkan tahun lalu sebelum pandemi melanda. Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga pekan lalu menginstruksikan para menterinya menyusun paket stimulus ekonomi baru untuk membantu ekonomi menghadapi pandemi virus corona.

Suga mengeluarkan peringatan atas peningkatan infeksi virus corona baru-baru ini. Namun di sisi lain, dia mengatakan kampanye pemerintah untuk mempromosikan pariwisata domestik tidak akan dihentikan.

Pada awal tahun ini, Pemerintah Jepang telah menghabiskan dana besar-besaran, termasuk mengirimkan sekitar 900 dollar AS dana stimulus untuk setiap orang dewasa dan anak-anak di negara itu. Ekonom Jepang di Capital Economics, Tom Learmouth, mengatakan efek dari stimulus jelas dalam angka terbaru, dengan kenaikan 2,2 persen kuartal ke kuartal dalam belanja publik.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts