WHO Geram Kasus COVID-19 Global Terus Melesat: Sejumlah Negara Bermain Api
Getty Images/Fabrice Coffrini
Dunia
Pandemi Virus Corona

Hingga kini, virus yang belum ada vaksinnya ini telah menginfeksi lebih dari 54 juta orang di seluruh dunia. Virus ini telah merenggut sedikitnya 1,3 juta nyawa di dunia.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kian menyoroti perkembangan kasus COVID-19 global. Pandemi dilaporkan kembali melonjak di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat hingga berada pada titik sangat mengkhawatirkan.

Lonjakan pasien mulai membuat sistem kesehatan di sana kewalahan. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengkritik masih adanya negara-negara yang membiarkan penyebaran virus di wilayah mereka menjadi tidak terkendali.

"Ini adalah virus berbahaya yang dapat menyerang setiap sistem di dalam tubuh," kata Tedros saat jumpa pers di Jenewa seperti dilansir CNBC, Rabu (18/11). "Negara-negara yang membiarkan virus tidak terkendali bermain-main dengan api."

Hingga kini, virus yang belum ada vaksinnya ini telah menginfeksi lebih dari 54 juta orang di seluruh dunia. Virus ini telah merenggut sedikitnya 1,3 juta nyawa di dunia. Berdasarkan laporan situasi terbaru WHO, Amerika telah menyumbang 43 persen dari total kasus COVID-19 di dunia sementara Eropa hanya melaporkan lebih dari seperempatnya.


Beberapa negara di Eropa seperti Inggris, Prancis, dan Jerman, telah mengambil langkah tegas untuk menekan penyebaran virus. Mereka menutup sektor bisnis yang tidak begitu memiliki urgensi tinggi. Masyarakat diimbau untuk terus berada di rumah.

Gelombang kedua pandemi corona juga memaksa Swedia untuk akhirnya memberlakukan kebijakan ketat. Perdana Menteri Stefan Lofven mengumumkan jika pertemuan publik sekarang akan dibatasi hanya untuk 8 orang.

Sementara itu, pengembangan vaksin pun terus dilakukan dan beberapa ada yang sudah menunjukkan titik terang. Usai Pfizer yang digadang-gadang memiliki efektivitas hingga 90 persen, kini muncul Moderna yang juga menunjukkan tingkat efektivitas hingga 94 persen.

Kendati demikian, WHO mengingatkan jika kabar baik ini tak lantas membuat masyarakat dunia bisa berpuas diri. Dr. Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan WHO, menegaskan kembali bahwa dosis vaksin akan dibatasi menjelang Januari.

"Persediaan akan dibatasi," kata dia. "Ada kesepakatan bilateral yang telah dilakukan banyak perusahaan. Begitu banyak dosis sudah dipesan oleh beberapa negara."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts