Remake Lagu 'Saat Terakhir' Milik ST12, Lesti Andryani Kenang Momen Haru Bareng Mendiang Kakek
Instagram/lestykejora
Musik

Lesti Andryani merilis lagu remake 'Saat Terakhir' milik band ST12. Lesti Andryani kemudian berbagi cerita mengenai kenangannya bersama sang kakek sebelum meninggal dunia.

WowKeren - Lesti Andryani kembali membuat penggemarnya mengharu biru. Penyanyi yang dikabarkan dekat dengan Rizky Billar itu beberapa waktu lalu baru saja merilis ulang lagu “Saat Terakhir” yang pernah dipopulerkan ST12 pada 2009 silam.

Jebolan ajang kontes dangdut, "D’Academy" musim pertama itu mengaku jika dirinya memang sudah menyukai karya-karya ST12 sejak lama. Bahkan jauh sebelum adanya kolaborasi ini.

“Aku tuh sama semua lagu-lagunya ST12 suka, dulu juga punya albumnya dan selalu didengerin. Jadi hampir semua lagunya tahu dan seneng banget saat bisa ikut serta dalam Project 2000-an Joox ini,” ungkap Lesti dilansir dari Liputan6.com pada Rabu (18/11).

Tembang ciptaan Charly van Houten ini sejatinya merupakan ungkapan kesedihan seseorang karena ditinggal sahabat atau orang yang disayangi. Pun dengan Lesti Indryani, baginya lagu tersebut memiliki makna yang lebih mendalam.


“Waktu uyut (kakek) sakit, dia mau ketemu tapi aku nggak bisa. Sampai uyut koma, dia bilang mau ketemu. Kebetulan pas bisa pulang, excited banget saat itu. Tapi di perjalanan pulang, uyut udah nggak ada,” jelas Lesti Indryani.

Pengalaman ditinggal sang kakek membuat Lesti begitu menghayati lagu ini. Lantaran liriknya yang sangat menyentuh, pelantun tembang “Kejora” itu mengaku sampai berlinang air mata saat proses rekaman berlangsung.

“Lirik dan makna lagu ini kan sangat menyentuh banget. Membuat aku ikut ngerasain lagi sedihnya ditinggalkan seperti yang pernah aku alami. Jadi pas recording lagu ini aku nangis. Terus sempat disuruh istirahat dulu. Dikeluarin aja nangisnya, kalau udah tenang, udah lepas, nyanyi lagi,” jelas mantan kekasih Rizki Syafaruddin tersebut.

Balutan instrumen gendang dan suling membuat lagu “Saat Terakhir” versi dangdut ini terkesan natural. “Di lagu ini kita kasih sentuhan dangdut di gendang dan suling, untuk suling take-nya live virtual, kebetulan lagi di Kalimantan pemain sulingnya dan kita kan maunya suling asli, jadi rekamannya kemarin beda kota,” punkgas Simhala Avadana yang merupakan tim A&R Trinity Optima Production.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts