Pangeran Harry Dinilai Rusak Masa Depannya dan Ulangi Sejarah Mantan Raja Inggris Demi Meghan
Getty Images
Selebriti

Penulis yang juga pengamat Kerajaan Inggris, Robert Lacey, membandingkan situasi Pangeran Harry saat ini dengan mantan Raja Inggris, Edward VIII, yang merupakan kakak dari leluhurnya, Raja George V.

WowKeren - Pangeran Harry disebut tak berpeluang bisa kembali ke dalam Kerajaan Inggris di masa depan usai ia dan sang istri, Meghan Markle, melepas status anggota keluarga pada awal 2020 lalu. Bahkan, Harry dianggap mengulang sejarah mantan Raja Inggris, Edward VIII.

Hal tersebut diungkapkan oleh penulis yang juga pengamat Kerajaan Inggris, Robert Lacey. Ia menilai bahwa keputusan Harry dan Meghan Markle untuk keluar dari puri istana menjadi tanda perpecahan yang sulit untuk menyatu kembali. "Keluarga itu akan tetap terpisah," kata Lacey, dilansir dari Express.co.uk.

"Saya tidak melihat Harry dan Meghan akan kembali menjalankan tugas mereka sebagai bagian dari kerajaan Inggris di masa mendatang," imbuhnya.

Penulis dari buku "Battle of Brother" tersebut kemudian membandingkan situasi Harry dengan Edward VIII, kakak dari leluhurnya, Raja George V. Edward VIII diketahui pernah menjadi raja Inggris Raya pada 20 Januari 1936, menggantikan ayahnya, George V. Namun Edward VIII mengundurkan diri pada Desember tahun itu dan menimbulkan krisis konstitusional.

"Saya membuat beberapa perbandingan antara situasi yang terjadi saat ini dengan penurunan takhta yang menimpa pangeran Edward VIII," kata Lacey. "Pada dasarnya kasus mereka muncul akibat konflik antara cinta dan tugas kerajaan."


Edward VIII diketahui harus memilih antara menikahi cintanya kepada sosialita Amerika, Wallis Simpson, atau menjalankan tugas bakti kepada tanah airnya sebagai pemimpin Kerajaan. Kebimbangan itu terjadi ketika Edward VIII harus menggantikan posisi ayahnya sebagai Raja karena wafat.

Sebagai anak tertua, ia pun naik takhta meskipun perangainya dikenal kerap melawan atas tradisi dan ketidaksabaran atas protokol Kerajaan. Sifat impulsif Edward VIII pun terjadi beberapa bulan setelah ia naik takhta sebagai Raja. Ia melamar Simpson yang kala itu tengah menggugat cerai suami keduanya. Kondisi itu membuat geger Kerajaan dan pemerintahan Perdana Menteri Inggris, Stanley Baldwin.

Bukan hanya status Simpson sebagai "janda dua kali", yang bertolak belakang dengan citra juga tuntutan Kerajaan Inggris atas calon Ratu, tetapi juga posisi Edward VIII sebagai kepala Gereja Inggris.

Gereja Inggris diketahui menentang pernikahan kembali seseorang bila mantan pasangannya masih hidup. Untuk kasus Simpson, dua mantan suaminya masih diketahui sama-sama hidup.

Edward VIII pun menyadari apabila ia melanjutkan pernikahan dengan Simpson, pemerintahan Baldwin akan bubar dan akan ada pemilihan umum sekaligus merusak statusnya sebagai Raja konstitusional yang netral secara politik.

Pada akhirnya, Edward VIII memilih mundur dan melepas status keluarga Kerajaan Inggris demi Wallis Simpson pada Desember 1936, serta menikahi wanita tersebut dan menetap di Prancis. Mahkota raja kemudian jatuh ke adik Edward VIII, George VI yang merupakan ayah Ratu Elizabeth II alias kakek buyut Harry.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts