Polisi Periksa Rekaman CCTV Kerumunan Massa Habib Rizieq, Bagaimana Hasilnya?
AP Photo
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kepolisian terus menyelidiki pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 dalam sejumlah acara yang digelar Habib Rizieq. Yang terbaru, polisi memeriksa rekaman CCTV. Bagaimana hasilnya?

WowKeren - Kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terus memicu kehebohan di Indonesia. Bagaimana tidak, Habib Rizieq beberapa kali menggelar acara yang melibatkan kerumunan massa di tengah pandemi virus corona.

Pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 di acara Habib Rizieq tersebut akhirnya telah diproses oleh pihak kepolisian. Bahkan, polisi telah memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kediamannya di Petamburan, Jakarta Pusat.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan pihaknya melakukan pemeriksaan dengan mengumpulkan berbagai alat bukti untuk mengusut pelanggaran tersebut. Diantaranya adalah bukti digital.

"Termasuk alat bukti digital, CCTV yang dikumpulkan," kata Yusri di Polda Metro Jaya seperti dilansir dari CNNIndonesia pada Kamis (19/11). "Termasuk memeriksa rekaman CCTV yang ada di sekitar daerah tersebut."


Meski telah memeriksa CCTV, Yusri menyebut jika pihaknya belum akan membeberkan hasil pemeriksaan sekarang. Namun, kelengkapan alat bukti tersebut nantinya diperlukan untuk melakukan gelar perkara awal.

Yusri menerangkan gelar perkara akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Nantinya dalam gelar perkara ini, kepolisian dapat menentukan apakah sejumlah acara yang digelar oleh Habib Rizieq itu masuk ke dalam tindakan pidana atau tidak.

"Kalau semua sudah lengkap semua nanti kita akan lakukan gelar perkara awal," jelas Yusri. "Apakah bisa memang memenuhi untuk naik ke penyidikan."

Seperti yang diketahui, kepolisian mulai menyelidiki kerumunan massa Rizieq sejak Selasa (17/11) setelah memicu kehebohan dan mendapatkan protes keras dari masyarakat. Penyelidikan ini dibuka dengan meminta klarifikasi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan delapan orang lainnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu dimintai keterangannya untuk untuk menjelaskan status DKI Jakarta di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Di hari berikutnya, polisi meminta klarifikasi dari ketua panitia acara dan tiga orang lainnya.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts