Bikin Ilmuwan Penasaran, 3 Bocah Australia Ini Miliki Antibodi COVID-19 Meski Hasil Tes Negatif
pexels/ August de Richelieu
Health
Pandemi Virus Corona

Para dokter dan ilmuwan di Royal Children's Hospital and the Murdoch Children's Research Institute (MCRI), Melbourne, pun penasaran dengan kasus unik tersebut.

WowKeren - Sebuah keluarga beranggotakan lima orang asal Melbourne, Australia, mengalami kasus tak biasa terkait virus corona (COVID-19). Awalnya, pasangan suami istri bernama Leila Sawenko dan Tony Maguire dinyatakan positif COVID-19 usai mereka melakukan perjalanan untuk menghadiri pernikahan teman pada Maret 2020 lalu.

Pasutri ini khawatir mereka telah menularkan virus corona kepada ketiga anak mereka yang masih berusia 6, 7, dan 9 tahun kala mereka kembali ke rumah. Yang menarik, hasil tes menunjukkan bahwa ketiga anak mereka negatif COVID-19.

"Sangat menakjubkan karena mereka telah menghabiskan satu setengah minggu bersama kami saat kami masih positif COVID-19," ungkap Sawenko dilansir ABC pada Jumat (20/11). "Kedua anak laki-laki kami pilek dan putri bungsuku, yang sangat dekat dan tidur di ranjang yang sama dengan kami, benar-benar tak memiliki gejala."

Hasil tes ketiga anak keluarga ini juga mengejutkan pihak rumah sakit. Mereka bahkan kembali dites sebanyak dua kali dan hasilnya diperiksa di dua laboratorium yang berbeda. Namun semua hasil tes menunjukkan ketiga anak tersebut negatif COVID-19.


Para dokter dan ilmuwan di Royal Children's Hospital and the Murdoch Children's Research Institute (MCRI), Melbourne, pun penasaran dengan kasus unik tersebut. Mereka lantas meminta keluarga ini utnuk menjadi bagian penelitian.

Ahli imunologi MCRI, Melanie Neeland, menemukan bahwa ketiga anak tersebut memiliki antibodi COVID-19 yang sangat mirip dengan orangtua mereka. Itu berarti meskipun anak-anak tersebut telah terinfeksi virus corona, mereka mampu meningkatkan respons kekebalan yang "sangat efektif" dalam menghentikan replikasi virus.

"Ini adalah salah satu kasus pertama yang benar-benar menunjukkan tanggapan kekebalan pada anak-anak yang terpapar virus di rumah mereka," jelas Neeland. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa anak-anak dapat "menghidupkan" sistem kekebalan mereka untuk menghentikan virus agar tidak bertahan dan berkembang biak. Neeland mengatakan bahwa temuan itu berarti mungkin ada sesuatu tentang sistem kekebalan anak-anak yang melindungi mereka dari infeksi saat mereka terpapar virus corona.

"Dan ini penting untuk diselidiki dalam studi yang lebih besar yang melibatkan lebih banyak keluarga dan lebih banyak anak," ujar Neeland. "Temuan ini adalah langkah pertama dalam memahami respons imun pada anak-anak dalam konteks COVID-19, dan perlu dikonfirmasi dalam penelitian yang lebih besar untuk melihat apa itu tentang sistem kekebalan yang mungkin melindungi anak-anak dari gejala infeksi."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts