Seperti Ini Perjalanan Panjang Pengembangan Vaksin Corona, Masih Ragu Disuntik?
Reuters
Health
Vaksin COVID-19

Vaksinolog beberkan perjalanan panjang pengembangan vaksin COVID-19. Ia memastikan dalam setiap proses itu aspek keamanan dan efektivitas selalu menjadi parameter utama.

WowKeren - Indonesia menjadi salah satu negara yang sudah mulai ancang-ancang melakukan program vaksinasi demi mengendalikan wabah COVID-19. Kendati terus mundur dari jadwal yang pertama kali diungkap, sejauh ini vaksinasi COVID-19 rencananya dilakukan maksimal mulai awal tahun 2021 mendatang.

Namun pemerintah mengklaim belum seratus persen warga bersedia divaksinasi. Kebanyakan dari mereka meragukan keamanan serta efikasi alias kemanjuran vaksin tersebut. Karena itulah, pakar vaksinologi buka-bukaan soal perjalanan panjang pengembangan vaksin dan alasan mengapa publik tidak perlu takut mendapatkannya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Vaksinolog Dirga Sakti Rambe menegaskan bahwa vaksin yang hendak diedarkan di masyarakat pasti sudah terjamin keamanan dan efektivitasnya. Sehingga Dirga mengimbau masyarakat yang memang masuk kategori wajib menerima vaksin tidak usah ragu menjalaninya.

Sebab proses pembuatan vaksin pun sangat panjang dan dilakukan dengan cermat. Pertama, proses pembuatan diawali dengan menentukan terlebih dahulu vaksin apa yang ingin diproduksi.

Lalu jika sudah berhasil mengembangkan formulasi vaksin yang tepat akan diuji coba ke hewan percobaan. "Pertama kita uji coba dulu ke binatang percobaan," terang Dirga dalam sebuah diskusi virtual, Jumat (20/11).


"Setelah terbukti aman dan efektif, baru kita uji coba pada manusia," imbuhnya, dilansir dari Kompas. "Inilah yang disebut sebagai uji klinis."

Lebih lanjut, uji klinis yang digelar pun sangat panjang yakni ada fase satu sampai tiga. Uji klinis ini juga melibatkan hingga ribuan orang demi benar-benar memastikan keamanan dan efektivitas vaksin.

"Baru setelah itu satu vaksin mendapat izin edar. Kalau di Indonesia dapat izinnya dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Baru kita bisa gunakan secara luas," jelas Dirga.

Bila sudah mendapat izin edar dari BPOM, maka dapat dipastikan bahwa vaksin itu sudah aman dan efektif digunakan masyarakat. Hal senada juga sempat disampaikan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro.

"Ini yang perlu ditekankan kepada masyarakat. Jangan ditanya lagi gitu lho, aman nggak sih vaksin? Ya kalau sudah jadi vaksinnya, sudah diedarkan, diperjualbelikan, ya sudah pasti aman dong," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts