Heboh Meteorit Diklaim Seharga Miliaran Rupiah, LAPAN Justru Beri Pengakuan Mengejutkan
Nasional

Batu meteorit yang jatuh ke bumi memiliki ukuran yang bervariasi. Menurut peneliti LAPAN, batu meteorit bisa dikatakan istimewa jika memiliki ukuran yang besar.

WowKeren - Belum lama ini jagat maya dihebohkan dengan berita batu meteorit yang jatuh di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Batu meteorit ini diklaim laku dan dijual dengan harga tinggi.

Bahkan media asing menyebut jika seorang warga Sumatera Utara bernama Josua Hutagalung menjual batu meteorit itu senilai 1,4 juta poundsterling alias Rp 26 miliar. Adapun peristiwa meteorit jatuh itu terjadi pada 1 Agustus lalu.

Namun seakan bertolak belakang dengan harga jual batu itu, Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) justru memberikan pengakuan mengejutkan. Peneliti LAPAN Andi Pangerang mengatakan, dari sisi sains, meteorit tersebut tidak istimewa.

Andi menjelaskan jika meteorit adalah benda angkasa yang jatuh secara alamiah. Benda ini tidaklah berbahaya.


"Secara sains tidak istimewa. Singkat kata, meteorit atau benda jatuh alamiah bukanlah benda yang berbahaya, lintasannya sulit diprediksi," kata Andi dilansir Kompas, Sabtu (21/11). "Tidak terdapat nilai ilmiah ataupun mengancam keamanan dan keselamatan."

Atas dasar inilah LAPAN tidak menindaklanjuti penemuan tersebut. Menurutnya, batu meteor itu bisa dimiliki oleh pemiliknya maupun dijual. "Tidak masalah jika dimiliki secara pribadi atau dikomersialisasikan. Sehingga apabila dibeli ataupun dijual sangat mahal, bukan ranah kami lagi," ujar Andi.

Batu meteorit yang jatuh ke bumi memiliki ukuran yang bervariasi. Menurut Andi, batu meteorit bisa dikatakan istimewa jika memiliki ukuran yang relatif besar lebih dari 300 meter. Terlebih lagi jika batu itu berpotensi mengancam nyawa manusia.

Hal itu sangat berbeda dengan batu meteor yang ditemukan warga Sumut tersebut. Batu yang ditemukan Josua hanya memiliki berat 1,7 kilogram. Lebih jauh, ia mengatakan jika ada masyarakat yang menemukan batu meteor besar bisa melaporkannya ke LAPAN.

Sementara itu menurut pemberitaan The Sun, para ahli menyatakan batu meteor berusia 4,5 miliar tahun itu sebagai salah satu meteorit paling signifikan yang pernah ditemukan. Batuan itu dapat mengandung unsur-unsur yang memberi petunjuk tentang asal usul kehidupan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts