Israel Lagi-Lagi Larang Warga Palestina Salat Jumat di Masjid Al-Aqsa
AP
Dunia

Israel mewajibkan penduduk Tepi Barat dan Jalur Gaza memiliki izin untuk menunaikan salat di Masjid Al-Aqsa. Ini adalah kali keempat Israel melarang warga Palestina melakukan salat Jumat.

WowKeren - Polisi Israel pada Jumat (20/11) mencegah ratusan warga Palestina di Tepi Barat menunaikan salat Jumat di Masjid Al-Aqsa. Ini adalah kali keempat secara beruntun pemerintah Israel melarang warga Palestina menunaikan ibadah di masjid bersejarah tersebut.

Dilansir dari CNN, polisi Israel mencegat jemaah dari Tepi Barat di pos pemeriksaan di pintu masuk Kota Tua di Yerusalem. Pihaknya hanya mengizinkan sebagian kecil dari mereka menuju Al-Aqsa setelah melalui pemeriksaan identitas.

Sementara itu, warga Palestina yang tidak diizinkan menuju Al-Aqsa melakukan salat Jumat di jalan-jalan dekat Kota Tua. Polisi Israel bahkan mendirikan pos pemeriksaan di pintu masuk Kota Tua pada pagi hari.

Imam Al-Aqsa, Syekh Yusuf Abu Sneina, mengecam sikap tersebut dalam khotbah Jumat-nya. "Dalam keadaan apa pun, tidak diperbolehkan untuk terus mencegah jemaah menuju masjid untuk menunaikan salat," kata Abu Sneina.

Kejadian itu menjadi insiden keempat warga Tepi Barat ketika mereka dicegah menuju Masjid Al-Aqsa.


Sekitar 12 ribu penduduk Yerusalem timur dan Palestina yang tinggal di Israel harus melakukan salat Jumat di Masjid Al-Aqsa di tengah pengetatan. Israel mewajibkan penduduk Tepi Barat dan Jalur Gaza memiliki izin khusus untuk menuju Yerusalem atau sekadar salat di Masjid Al-Aqsa.

Hal ini tentu saja berkebalikan dengan Palestina yang berniat memulai dan membuka kembali hubungan dengan Israel. Sebelumnya Palestina memutuskan menangguhkan sementara relasi dengan Tel Aviv menyusul dirilisnya rencana perdamaian Timur Tengah oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Sehubungan dengan seruan yang dibuat Presiden Abbas mengenai komitmen Israel terhadap perjanjian yang ditandatangani bilateral dan berdasarkan surat resmi tertulis serta lisan yang kami terima, yang mengonfirmasi komitmen Israel terhadap mereka, sesuai dengan hal tersebut hubungan dengan Israel akan kembali seperti semula," ujar Menteri Urusan Sipil Palestina, Hussein Al Sheikh.

Dalam konferensi video yang diselenggarakan Dewan Hubungan Luar Negeri, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan keputusan melanjutkan kontak dengan Israel sebagian didasarkan karena adanya krisis kesehatan akibat Covid-19.

Shtayyeh menyebut antara ratusan ribu pemukim Israel yang tinggal di Tepi Barat dan puluhan ribu pekerja Palestina yang pulang-pergi ke Israel setiap hari untuk bekerja, koordinasi diperlukan untuk membantu mencegah penyebaran virus. "Hidup kami sangat terkait antara kami dan Israel dan tidak mungkin kami hanya melawan virus sendiri," papar Shtayyeh.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts