Putra Sulung Donald Trump Positif   COVID-19
Instagram/donaldjtrumpjr
Dunia
Pandemi Virus Corona

Putra sulung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Donald Trump Jr., sempat menghadiri pesta malam pemilihan di Gedung Putih sebelum dinyatakan positif COVID-19.

WowKeren - Putra sulung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Donald Trump Jr., dinyatakan positif terinfeksi virus corona (COVID-19). Hal ini diungkapkan seorang juru bicara pribadi kepada CNN pada Jumat (20/11) waktu setempat.

"Don dites positif pada awal pekan lalu dan sudah melakukan karantina di kabinnya sejak hasil tes keluar," ujar juru bicara tersebut. "Ia sama sekali tidak mengalami gejala sejauh ini, dan sudah mengikuti seluruh pedoman rekomendasi medis COVID-19."

Trump Jr. sendiri termasuk salah satu orang yang menghadiri pesta malam pemilihan di Gedung Putih pada 3 November 2020 lalu, dimana hampir semua orang tampak tak mengenakan masker. Melansir CNN, beberapa hadirin pesta tersebut telah dinyatakan positif COVID-19.

Di antaranya adalah Kepala Staf Gedung Putih, Mark Meadows; Sekretaris Perumahan dan Pembangunan Perkotaan AS, Ben Carson; serta Direktur Urusan Politik Gedung Putih, Brian Jack. Menurut seorang sumber CNN, seluruh hadiri pesta tersebut diketahui hanya menerima rapid test COVID-19.


Sementara itu, ini bukan pertama kalinya sosok yang dekat dengan Presiden Trump dinyatakan positif COVID-19. Presiden Trump dan istrinya, Melania Trump, serta putra bungsu mereka, Barron Trump, sebelumnya sempat dinyatakan positif COVID-19.

Selain itu, kekasih Trump Jr., Kimberly Guilfoyle, juga sempat dinyatakan terpapar corona pada Juli 2020 lalu. Sebelum dinyatakan positif COVID-19, Guilfoyle dilaporkan melakukan perjalanan ke South Dakota untuk menghadiri pidato perayaan kemerdekaan AS oleh Trump pada 4 Juli dan pesta kembang api di Mount Rushmore.

Di sisi lain, COVID-19 kini telah menjangkit hampir 58 juta orang di seluruh dunia. AS tetap menjadi negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di tingkat global, yakni mencapai 12,2 juta kasus per Jumat (20/11).

Dari jumlah tersebut, lebih dari 260 ribu pasien COVID-19 AS dilaporkan meninggal dunia. Sedangkan sebanyak 7,3 juta pasien dinyatakan telah sembuh.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts