RM Pertanyakan Batasan K-Pop, Tegaskan BTS Sukses Bukan Karena Beruntung
Selebriti

BTS mengadakan konferensi pers untuk album 'BE' yang telah lama ditunggu-tunggu. Para member ditanyai tentang K-Pop yang memasuki arus utama musik pop internasional.

WowKeren - BTS (Bangtan Boys) mengadakan konferensi pers pada 20 November untuk album "BE" yang telah lama ditunggu-tunggu. Selama sesi tanya jawab, para member ditanyai tentang K-Pop yang memasuki arus utama musik pop internasional.

Pada 1 September, "Dynamite" menjadi lagu BTS pertama yang debut di posisi pertama di tangga lagu "Hot 100" Billboard. Ini menjadikan BTS artis Korea Selatan pertama dalam sejarah yang menduduki puncak tangga lagu tersebut. "Dynamite" mempertahankan posisi pertama selama dua minggu berturut-turut kemudian merebut kembali posisi teratas untuk minggu kelima.

Tonggak ini bukan hanya merupakan pencapaian bersejarah bagi BTS, tapi juga bagi K-Pop secara keseluruhan. Ketika ditanya tentang kesuksesan mainstream mereka, RM (Rap Monster) berbicara tentang batasan K-Pop yang semakin meluas dan apa artinya menjadi bintang K-Pop saat ini.

"Apa batasan K-Pop?" kata RM. "Apakah tetap K-Pop meski penyanyi Korea sebelumnya bernyanyi dalam bahasa Inggris? Batasan K-Pop semakin meluas karena pasar K-Pop berkembang."


Menurutnya, definisi baru K-Pop masih diperdebatkan, tapi RM yakin bahwa kesuksesan BTS, khususnya kemenangan mereka di "Hot 100" tidak terjadi secara kebetulan. "Batasan K-Pop harus didiskusikan, dan banyak percakapan harus dilakukan untuk mendapatkan jawaban yang baik. Tapi menurut pendapat pribadiku, aku tidak berpikir No. 1 di 'Hot 100' dapat dicapai melalui kebetulan atau keberuntungan. Itu adalah hal yang sangat sulit untuk dicapai. Oleh karena itu, kami dengan tulus menganggapnya sebagai peristiwa yang terhormat dan ajaib bagi kami."

BTS berharap kesuksesan mereka akan memberi artis lain, terutama artis yang kurang terkenal, lebih banyak kesempatan untuk masuk ke arus utama juga. Bagi BTS, hal terpenting bagi mereka adalah menciptakan musik yang bermakna dengan mengingat dan merangkul, identitas mereka.

"Kami pikir kami mungkin menghadapi masalah identitas karena kami bahkan tidak dapat bertemu dengan penggemar kami. Namun untuk menciptakan hasil yang berarti, kami harus mengingat siapa kami dan di mana kami berada, dan mencapai hasil yang lebih baik, termasuk di pasar pop Amerika GRAMMY. Memberikan kenyamanan dan lagu yang bermakna kepada orang-orang di seluruh dunia yang mendengarkan musik kami adalah hal terbaik yang dapat kami lakukan sebagai artis," ungkap pemilik nama Kim Namjoon itu.

J-Hope juga mempertimbangkan pertanyaan ini. Ia menganggap "Dynamite" sebagai takdir. Menurutnya, setiap langkah dalam perjalanan pembuatan musik BTS membawa mereka ke sana.

"(Aku tidak tahu apakah ini) jawaban yang jelas, tapi kami 'secara takdir' bertemu dengan 'Dynamite'. Saat kami melakukan apa yang seharusnya kami lakukan, dan apa yang ingin kami lakukan sekarang, semua keadaan ini secara takdir memungkinkan kami untuk temui lagu kami," ungkapnya.

(wk/chus)

You can share this post!

Related Posts