Fadli Zon Akui 'Berjasa' Bawa Prabowo Jadi Menhan, Terungkap Alasan Gerindra Gabung Kabinet Jokowi
Instagram/setkab.go.id
Nasional
Susunan Kabinet Jokowi Maruf

Fadli Zon yang diwawancarai Karni Ilyas buka-bukaan soal alasan Prabowo berkenan bergabung sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Jokowi-Ma'ruf.

WowKeren - Tahun politik Indonesia yang jatuh pada 2019 lalu menyisakan beragam cerita, termasuk soal masuknya Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju. Padahal diketahui kabinet tersebut adalah bentukan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang notabene rival politik kubu Prabowo.

Dan kekinian terungkap politikus kondang Fadli Zon lah yang berjasa membawa Prabowo masuk ke kabinet. Hal ini terungkap dalam bincang-bincangnya bersama Karni Ilyas dan Fahri Hamzah, Jumat (20/11).

"Saya yang mengusulkan Pak Prabowo menjadi Menhan," kata Fadli, dilansir dari Suara pada Sabtu (21/11). "Bahkan saya kira yang pertama saya mengusulkan waktu itu."

Fadli menjelaskan, sebagai seorang politikus memang harus mampu menyatukan loyalitas kepada partai serta rakyat. Dan salah satu bentuk penyatuannya adalah dengan mengkompromikan dalam bentuk memasukkan nama Prabowo di jajaran kabinet Jokowi-Ma'ruf.


"Satu sisi ada kedaulatan dari partai dengan UU yang ada, di sisi lain adalah kedaulatan rakyat," jelas Fadli. "Karena kita sudah mengklaim sebagai negara demokrasi, bahkan di mana-mana ngomong sebagai negara demokrasi terbesar di dunia. Tetapi kita tidak ingin demokrasi kita ini disabotase oleh segelintir elit."

Dan permintaan ini ikut dituruti oleh Prabowo. Dan ternyata Prabowo berkenan masuk ke kabinet yang dipimpin rivalnya di Pemilihan Presiden 2019 adalah untuk menghindari perpecahan. "Harus Pak Prabowo dan yang paling pas adalah Menhan," tegas Fadli.

Pada kesempatan itu, Fadli dan Fahri mengenang masa-masa ketika mereka masih menjadi politikus muda di era orde baru dan reformasi Indonesia. Fahri mengungkap, meski kini mereka saling berada di jalur yang berbeda, ia dan Fadli tetap berhubungan baik apalagi karena sudah kenal sejak kuliah di Universitas Indonesia.

"Yang mudah pecah itu biasanya kalau perasaan udah masuk, dalam perbedaan itu," terang Fahri. "Nah, saya dengan Fadli, dari dulu yang banyak orang nggak tahu, kan dulu beliau mendukung Pak Prabowo sejak Pak Prabowo masih ada di timnya Pak Harto. Kita kan berada di luar, jadi di kampus sering ketemu tapi sebenarnya dalam posisi yang berbeda."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts