Konsumsi Jeroan Bisa Sebabkan 7 Bahaya Ini Jika Berlebihan, Jangan Sampai Kalap Ya!
Health

Organ dalam hewan atau jeroan mengandung kolesterol yang tinggi dan lemak jenuh. Sehingga jika dikonsumsi dalam jumlah banyak bisa menyebabkan efek samping buruk untuk kesehatan.

WowKeren - Budaya memakan jeroan hewan memang bukan hal yang aneh lagi, termasuk di Indonesia. Bahkan beberapa makanan khas Indonesia memiliki bahan utama jeroan. Beberapa organ dalam yang paling sering dikonsumsi berasal dari sapi, babi, domba, kambing, ayam, serta bebek. Berbagai nutrisi yang terkandung dalam jeroan, antara lain vitamin B12, folat, zat besi, hingga protein.

Efek makan jeroan bisa berdampak baik dan buruk untuk kesehatan. Bukan tanpa alasan, dalam jeroan, umumnya akan terkandung beberapa sumber padat vitamin dan nutrisi, termasuk vitamin B, fosfor, tembaga, magnesium, vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K.

Namun, organ dalam hewan atau jeroan mengandung kolesterol yang tinggi dan lemak jenuh. Sehingga jika dikonsumsi dalam jumlah banyak bisa menyebabkan efek samping buruk untuk kesehatan. Berikut tim WowKeren rangkum 7 bahaya mengkonsumsi jeroan secara berlebihan. Yuk disimak!

(wk/putr)

1. Sebabkan Asam Urat


Sebabkan Asam Urat

Penyakit asam urat akan lebih mudah muncul pada orang yang sering atau terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi akan kandungan purin. Semakin banyak kandungan purin dalam makanan, maka semakin tinggi pula kadar asam urat yang dihasilkan oleh tubuh.

Kadar purin yang tinggi kemudian menjadi kristal, yang akan menumpuk di sekitar sendi dan jaringan tubuh lainnya. Itu sebabnya persendian menjadi nyeri dan bengkak. Maka dari itu, penderita asam urat dianjurkan untuk menghindari makan jeroan, sebab jeroan mengandung kadar purin yang tinggi.

2. Tingkatkan Kolestrol


Tingkatkan Kolestrol

Jeroan juga memiliki kadar lemak dan kolesterol tinggi. Meskipun lemak sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi cadangan, mengatur hormon, serta fungsi otak, tapi penting untuk tetap memerhatikan jumlah konsumsinya.

Jika asupan lemak melebihi porsi yang seharusnya, maka akan menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh yang kemudian membentuk plak pada pembuluh darah Anda sehingga pembuluh darah menyempit dan mengakibatkan munculnya penyakit jantung.

3. Berpotensi Stroke


Berpotensi Stroke

Tidak hanya penyakit jantung dan kolestrol, efek makan jeroan juga bisa memicu risiko stroke karena penyumbatan pembuluh darah yang terdapat di otak. Mekanismenya hampir sama dengan penyumbatan pada pembuluh darah koroner di jantung.

Pembuluh darah yang menyuplai nutrisi dan oksigen ke otak terhambat karena adanya pembekuan darah, sehingga memicu stroke. Konsumsi asupan lemak yang berlebih juga dapat menyebabkan pembentukan plak di pembuluh darah. Kondisi inilah yang membuat kamu lebih mudah untuk terkena penyakit jantung dan stroke.

4. Kelebihan Vitamin A


Kelebihan Vitamin A

Bahaya makan jeroan berlebihan yang pertama adalah kelebihan vitamin A. Batas aman konsumsi vitamin A per hari adalah 10.000 IU, sementara vitamin A yang terkandung dalam jeroan tergolong cukup tinggi.

Oleh karena itu, mengonsumsi jeroan terlalu sering dapat menyebabkan penumpukan vitamin A di dalam tubuh. Hal ini dapat mengakibatkan munculnya berbagai masalah kesehatan, seperti mual, muntah, sakit kepala, diare, dan kerusakan hati.

5. Menimbulkan Jerawat


Menimbulkan Jerawat

Efek makan jeroan yang satu ini sangat mengganggu penampilan. Seperti yang diketahui, jeroan sangat tinggi akan kadar lemak jenuh. Makanan yang tinggi lemak jenuh juga dikaitkan dengan kadar insulin yang tinggi.

Sayangnya, jika kadar tersebut terlalu tinggi di dalam tubuh, maka dapat meningkatkan produksi sebum di kulit wajah. Produksi sebum yang berlebihan bisa menyumbat pori-pori dan memicu jerawat.

6. Berpotensi Terpapar Racun


Berpotensi Terpapar Racun

Bahaya makan jeroan berlebihan selanjutnya adalah mengandung racun. Banyak ahli mengatakan bahwa jeroan mengandung berbagai nutrisi. Namun di samping itu, jeroan juga mengandung berbagai racun. Hati atau liver dan ginjal hewan penuh dengan racun yang disaring dari darah.

Beberapa kandungan racun dalam jeroan adalah merkuri, timah, arsenik, kromium, kadmium, selenium dan sebagainya. Fungsi liver pada hewan sama dengan fungsi liver pada manusia. Di dalam liver akan mengendap racun-racun dan mengonsumsi hati sama saja dengan mengonsumsi racun.

7. Bahaya Parasit


Bahaya Parasit

Kualitas daging organ sangat penting untuk diperhatikan karena jika hewan stress dan teraniaya saat disembelih maka bisa menyebabkan berbagai masalah. Misalnya, timbunan lemak yang sering menumpuk terutama sekitar jantung dan ginjal bisa mengindikasikan jika kehidupan hewan yang tidak sehat.

Daging organ dalam hewan direkomendasikan biasanya harus berasal dari peternakan dan menggunakan teknik pemotongan yang sehat. Jika hal ini sudah diikuti maka jeroan yang memang memiliki nilai gizi tinggi bisa bermanfaat untuk tubuh manusia dalam banyak hal.

You can share this post!

Related Posts