Bukan Kerumunan Habib Rizieq, Anies dan Wagub DKI Sepakat Corona Naik Buntut Peristiwa Ini
Instagram/ariza.patria
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza Patria menegaskan ledakan kasus positif COVID-19 di Ibu Kota bukan karena kerumunan simpatisan Habib Rizieq Syihab.

WowKeren - DKI Jakarta tengah dihadapkan dengan lonjakan besar kasus positif COVID-19, bahkan sempat memecahkan rekor hampir 1.600 kasus sehari. Banyak yang mengaitkan lonjakan kasus ini dengan kerumunan simpatisan Habib Rizieq Syihab.

Kendati demikian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ternyata menilai ledakan yang terjadi saat ini akibat libur panjang pada akhir Oktober 2020 kemarin. "Ketika (kasus) turun, ada long weekend yang kita laksanakan, konsekuensinya sekarang kita mulai menyaksikan kenaikan (kasus) lagi," kata Anies, Selasa (24/11).

"Mobilitas penduduk terhadap peningkatan kasus itu terasa sekali," imbuh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, dilansir dari Kompas. "Makin tinggi warga berada di luar rumah, makin tinggi peningkatan kasus."

Menariknya pendapat serupa juga turut disampaikan oleh Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria. Pejabat yang baru saja memenuhi panggilan Polda Metro Jaya itu mengaitkan kenaikan kasus dengan mobilitas masyarakat sepanjang libur panjang jelang awal November kemarin.


"Beberapa hari ini memang ada peningkatan penyebaran di DKI Jakarta, ini masih ada klaster," kata Riza di Balai Kota DKI, dikutip dari Kumparan. "Tertinggi klaster perumahan kemudian diikuti perkantoran, ini efek libur panjang."

Karena itulah Riza mendorong masyarakat untuk tetap berada di rumah jelang long weekend akhir tahun nanti. Sebab, penyebaran Corona akibat libur panjang yang diikuti dengan mobilitas masyarakat Jakarta yang berpergian ke luar kota kerap terjadi.

"Manfaatkan libur panjang bersama keluarga di rumah masing-masing, dilakukan banyak hal dilakukan di rumah," jelas Riza. "Tak perlu pergi jauh apalagi keluar kota karena sangat berpotensi terkait penyebaran."

Riza sendiri berharap pemerintah pusat bisa mengintervensi dengan merumuskan kebijakan yang baik jelang libur panjang akhir tahun. Harapan ini pun sejalan dengan wacana Presiden Joko Widodo untuk meniadakan libur akhir tahun demi mengendalikan pandemi COVID-19.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts