Megawati 'Sentil' Nadiem Makarim Soal Asing: Please, Kasih Kesempatan ke Anak-Anak Kita
Reuters/Willy Kurniawan
Nasional

Presiden ke-5 Indonesia itu menilai Tanah Air sudah terlampau membuka kesempatan bagi tenaga asing seolah-olah meragukan kemampuan masyarakat dalam negeri.

WowKeren - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri ikut angkat bicara terkait maraknya tenaga asing di Indonesia. Ia pun menyentil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim agar memberikan lebih banyak kesempatan kepada anak-anak Indonesia alih-alih orang asing.

Hal ini Megawati ungkapkan ketika menjadi pembicara kunci di webinar bertajuk "Bung Karno dan Buku-Bukunya" pada Selasa (24/11) kemarin. Ia menilai Indonesia sudah terlalu sering memberikan kesempatan untuk orang asing seolah tak ada yang mumpuni dari dalam negeri.

"Saya mesti ngomong sama Pak Nadiem. Pak Nadiem, please, kasih kesempatan ke anak-anak kita," ujar Megawati. "Saya suka protes, bukan saya antiasing."

"Bayangkan mau bikin ini konsultannya orang asing, yang buat ini orang asing. Kayak enggak ada orang pintar di republik ini," imbuh Ketua Umum PDI Perjuangan itu, seperti dilansir dari Kumparan, Rabu (25/11).

Ia menilai ada banyak masyarakat Indonesia yang sejatinya pintar, hanya saja tak memiliki kesempatan. Kesempatan yang dimaksudnya di sini mulai dari kesempatan belajar hingga menyalurkan apa yang ia miliki.


Karena itulah, Megawati mendorong Nadiem selaku Mendikbud untuk mencari solusi untuk situasi ini. Apalagi untuk anak-anak Indonesia yang diyakini pintar, hanya saja hidup di tanah pelosok dan sulit menjangkau akses pendidikan.

"Apa yang diperlukan kalau menurut saya ruang dan kesempatan bagi akademisi kita," terang Megawati. "Anak-anak kita pintar lho Pak Nadiem, sangat pintar."

"Banyak anak-anak Indonesia yang pintar, Pak Nadiem. Di Papua, di Maluku, tapi enggak bisa sekolah," imbuhnya. "So, mau diapakan?"

Pada kesempatan yang sama, Megawati turut "menyentil" Nadiem soal sejarah Indonesia. Ia menyebut ada upaya politik desukarnoisasi yang dimulai sejak kepemimpinan Presiden Soeharto.

"Saya bicara pada Pak Nadiem karena beliau menteri pendidikan dan kebudayaan. Ya harus bagaimana ya? Apakah hal ini tidak boleh diajarkan?" kata Megawati, dilansir dari CNN Indonesia.

Padahal, imbuh Megawati, ayahnya itu merupakan sosok proklamator kemerdekaan Indonesia sekaligus penggagas Konferensi Asia Afrika yang memperjuangkan kemerdekaan negara-negara terjajah. Dengan kontribusi yang begitu luar biasa, sayang tak banyak informasi perihal sang Presiden ke-1 RI yang diajarkan ke generasi penerus karena dihapus di era Orde Baru.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts