WHO Imbau Orang Dewasa Olahraga 2,5 Jam Seminggu Selama Pandemi
pixabay.com
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sementara untuk anak-anak, WHO menyarankan untuk melakukan latihan fisik selama satu jam setiap harinya. Mereka juga perlu untuk membatasi waktu di depan layar

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau masyarakat untuk melakukan olahraga guna menjaga kesejahteraan dan kesehatan mental selama pandemi COVID-19. Durasi yang disarankan adalah 150 menit atau sekitar 2,5 jam selama satu minggu.

Sementara untuk anak-anak, WHO menyarankan untuk melakukan latihan fisik selama satu jam setiap harinya. Perlu juga untuk remaja maupun anak-anak agar tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar.

Intinya, setiap orang dari kalangan usia manapun harus tetap "bergerak" untuk membuat tubuh mereka tetap bugar, terutama di tengah pandemi seperti sekarang ini. Adapun saran ini disampaikan bertepatan dengan peluncuran gerakan "Every Move Counts".

Ruediger Krech selaku Direktur WHO untuk Promosi Kesehatan mengatakan jika olahraga teratur tak hanya berguna untuk mencegah penyakit jantung maupun diabetes tipe 2. Namun juga bisa mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Bahkan aktivitas menyehatkan yang satu ini juga bisa meningkatkan daya ingat.


"Meningkatkan aktivitas fisik tidak hanya membantu mencegah dan mengelola penyakit jantung, diabetes tipe-2 dan kanker," kata Krech seperti dilansir dari Reuters, Kamis (26/11). "Tetapi juga mengurangi gejala depresi dan kecemasan, mengurangi penurunan kognitif termasuk Alzheimer dan meningkatkan daya ingat."

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Unit Aktivitas Fisik WHO Fiona Bull. Ia menyebutkan jika melakukan olahraga setiap hari sangat baik untuk menjaga kesehatan mental, terutama imbas adanya pembatasan yang memicu rasa jenuh.

"Panduan ini menekankan apa yang dialami banyak orang selama pembatasan COVID yang diterapkan di seluruh dunia," ujarnya. "Dan bahwa menjadi aktif setiap hari tidak hanya baik bagi tubuh kita tetapi juga kesehatan mental kita."

Studi yang dilakukan selama 10 tahun terakhir menunjukkan kurangnya aktivitas bisa mengarah pada kondisi yang kurang sehat. Sehingga WHO menyarankan untuk membatasi waktu duduk ini, terutama bagi para pekerja kantoran. "Untuk anak-anak, kami juga menyarankan agar mereka membatasi waktu duduk, terutama waktu berada di depan layar," kata Bull.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts