Trump Akhirnya Siap Tinggalkan Gedung Putih untuk Biden dengan Syarat Ini
Dunia
Pilpres AS 2020

Donald Trump akhirnya menegaskan bakal meninggalkan Gedung Putih untuk Presiden AS terpilih Joe Biden asalkan syarat utama yang ia ajukan terpenuhi. Apakah itu?

WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menegaskan tak akan melakukan transisi kekuasaan secara damai kepada calon penerusnya, Joe Biden. Sebab Trump masih bersikeras meyakini hasil Pemilihan Presiden AS 2020 yang memenangkan sang rival politik merupakan bentuk kecurangan, meski klaimnya terus dipatahkan lewat berbagai bukti.

Namun dalam wawancara terakhirnya, Trump mengaku siap meninggalkan Gedung Putih demi Biden, namun tentu saja ada syarat penting yang mesti terpenuhi. Trump menegaskan akan meninggalkan gedung pemerintahan Presiden AS itu jika Electoral College sudah resmi memilih Biden.

Sebagai informasi, Electoral College merupakan perwakilan kandidat yang didelegasikan pada setiap negara bagian. Mereka bertugas membawa mandat hasil suara elektoral yang sudah dihitung di semua negara bagian dan bertemu pada 20 Desember 2020 mendatang. Jika Electoral College sudah bertemu dan memilih Biden, maka kandidat Partai Demokrat itu akan dilantik pada 20 Januari 2021.

"Tentu saya akan melakukannya (meninggalkan Gedung Putih). Dan Anda tahu itu," tegas Trump saat diwawancarai awak media saat pidato Hari Thanksgiving kepada anggota tentara AS. Namun Trump lantas kembali mengungkap keyakinan bahwa kemenangan Biden hanya hasil kecurangan belaka.


"Jika mereka melakukannya mereka membuat kesalahan," terang Trump, dilansir dari Reuters, Jumat (27/11). "Ini akan menjadi hal yang sangat sulit untuk dibobol."

Ini adalah pertama kalinya Trump memberi jawaban yang jelas ketika disinggung soal kekalahan dan transisi kepemimpinan dengan Biden. Sebelumnya Trump berulang kali menolak hasil Pemilu dan mengklaim tak akan melakukan transisi kekuasaan dengan damai.

"Kita harus melihat apa yang terjadi, Anda tahu, tapi saya telah mengeluh dengan sangat tegas tentang surat suara. Surat suara itu bencana," ujar Trump pada September 2020 silam, menegaskan kecurigaannya ada kecurangan terstruktur di Pemilu 2020.

Di sisi lain, Biden dilaporkan tetap membentuk tim transisi meski sempat dihalangi Trump. Pasalnya sampai saat ini Biden dilaporkan sudah mengantongi 306 suara elektoral, melampaui ambang batas 270 suara, dan memimpin lebih dari 6 juta suara di kategori popular vote.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts