Jadi Kandidat Masuk Indonesia, Begini Hasil Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac dan Sinopharm
Health
Vaksin COVID-19

Vaksin COVID-19 yang dikembangkan perusahaan asal Tiongkok, Sinovac dan Sinopharm, menjadi kandidat yang akan diedarkan di Indonesia. Dan ini hasil uji klinis kedua vaksin.

WowKeren - Indonesia sudah membidik beberapa jenis vaksin untuk mengendalikan wabah COVID-19 di Tanah Air. Termasuk di antaranya vaksin yang dikembangkan Sinovac dan Sinopharm, perusahaan yang sama-sama berasal dari Tiongkok.

Pemerintah sendiri menarget vaksin siap diedarkan maksimal awal tahun 2021 mendatang. Lantas jelang masuknya vaksin itu di tengah masyarakat Indonesia, bagaimana hasil uji klinisnya? Sebab tentu saja vaksin harus dipastikan efikasi alias kemanjuran dan keamanannya sebelum diedarkan.

Untuk vaksin Sinovac akan bercermin pada hasil uji klinis fase III di Kota Bandung, Jawa Barat. Dan diungkap Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Universitas Padjajaran, Prof Kusnandi Rusmil, sejauh ini uji klinis vaksin berjalan aman dan belum menimbulkan efek samping pada para relawan.

"Untuk sementara waktu dapat kami katakan uji klinik Vaksin Sinovac aman karena tidak terjadi hal-hal yang merugikan subjek," terang Kusnandi dalam konferensi pers virtualnya, Kamis (26/11). Namun ia tak menampik ada sekitar 20 persen relawan yang mengalami sedikit pilek, pusing, yang kemudian hilang dalam waktu dua hari.


Namun demikian pihaknya akan terus mengontrol perkembangan uji klinis sampai akhir sebelum dilaporkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). "Kami mengharapkan dukungan semua pihak agar penelitian ini dapat berjalan dengan baik," ujar Kusnandi, dikutip dari Republika, Jumat (27/11).

Sedangkan untuk hasil uji vaksin Sinopharm disampaikan sendiri oleh peneliti perusahaan tersebut. Pasalnya perusahaan Sinopharm dilaporkan telah mengajukan izin edar ke Badan Produk Medis Nasional (NMPA) Tiongkok, dikutip dari pernyataan Wakil General Manager Sinopharm Shi Shengyi, Kamis (26/11).

Izin ini diperlukan agar vaksin Sinopharm bisa diedarkan lebih luas. Meski sebenarnya Sinopharm telah mendapatkan persetujuan untuk digunakan dalam keperluan darurat sejak Juli 2020 lalu.

Dilaporkan lebih lanjut, sudah ada hampir sejuta orang dalam situasi darurat yang menggunakan vaksin tersebut. Dan hasilnya tidak ada laporan dampak merugikan pada penerima vaksin.

CEO Sinopharm Liu Jingzhen menegaskan laporannya soal efektivitas vaksin yang dikembangkan perusahaannya lewat hasil uji klinis tahap III di 10 negara. Melibatkan hingga 60 ribu relawan, sebanyak 40 ribu orang telah diambil darahnya untuk diperiksa dan menunjukkan hasil bagus.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts