Rekomendasi Film Indonesia: 6 Tontonan Bertema Guru dan Pendidikan
pxhere
Film

Untuk memperingati Hari Guru Nasional pada 25 November lalu, sederet film-film bertema pendidikan dengan tokoh utama para guru bisa jadi pilihan tontonanmu. Apa saja?

WowKeren - Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November. Sedangkan Hari Guru Sedunia dirayakan pada 5 Oktober lalu. Menonton film merupakan salah satu cara untuk memperingati dua momen serupa di tanggal yang berbeda tersebut.

Hingga saat ini, tidak semua bioskop kembali beroperasi karena pandemi COVID-19. Namun jangan khawatir, layanan streaming juga semakin menjamur dengan biaya yang terjangkau. Film-film bertema pendidikan dan berkisah tentang para guru berikut ini juga telah tersedia di layanan streaming, lho!

Ada film apa saja? Yuk langsung simak rekomendasi dari tim WowKeren berikut ini.

(wk/nere)

1. Laskar Pelangi (2008)


Laskar Pelangi (2008)
YouTube/FLIK TV

"Laskar Pelangi" dapat ditonton berulang-ulang di Vidio dan Netflix. Mengambil latar Pulau Belitung, terdapat sebuah gedung SD dengan kondisi memprihatinkan dan menjadi satu-satunya tempat bersekolah anak-anak miskin di desa Gantong. Sekolah tersebut terancam ditutup oleh dinas pendidikan setempat apabila tidak memiliki 10 murid.

Sekolah tempat Bu Muslimah (Cut Mini) mengajar ini akhirnya memiliki 11 murid yang diberi julukan "Laskar Pelangi". Prestasi demi prestasi terus ditorehkan "Laskar Pelangi". Bu Muslimah pun berhasil membuktikan apabila murid-muridnya bisa berprestasi dengan segala keterbatasan.

2. Sang Pemimpi (2009)


Sang Pemimpi (2009)
netflix.com

"Sang Pemimpi" merupakan kelanjutan dari film "Laskar Pelangi". Kisah Ikal, Arai, dan Jimbron dalam menggapai cita-citanya ini juga dapat disaksikan di Vidio dan Netflix. Nugie berperan sebagai guru SMA bernama Balia yang menjadi sumber inspirasi Ikal, Arai, dan Jimbron.

Balia mendorong murid-muridnya agar bersemangat menjelajahi Eropa dan bagian dunia lain. Kisah cinta Ikal, Arai, dan Jimbron juga dapat dinikmati di film "Sang Pemimpi". Lantas berhasil kah para pemimpi tersebut menggapai cita-citanya melanjutkan sekolah di Eropa?

3. Sokola Rimba (2013)


Sokola Rimba (2013)
YouTube/Miles Films

Prisia Nasution berperan sebagai Butet Manurung, seorang wanita yang bekerja di lembaga konservasi Jambi selama 3 tahun, dalam film "Sokola Rimba". Ia kemudian menemukan hidup yang diinginkannya dengan mengajar baca tulis dan menghitung kepada anak-anak masyarakat suku anak dalam atau dikenal sebagai Orang Rimba.

Seorang anak bernama Bungo ingin belajar membaca kepada Ibu Guru Butet. Bungo rupanya ingin bisa membaca surat perjanjian orang desa yang mengeksploitasi tanah adat mereka. Di sisi lain, kerabat Bungo percaya apabila belajar baca tulis akan membawa mala petaka. Selengkapnya dapat disaksikan di Vidio dan Netflix.

4. Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)


Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)
YouTube/tjokro movie

"Guru Bangsa: Tjokroaminoto" mengisahkan pria dari keluarga bangsawan dan terpelajar bernama Haji Oemar Said Tjokroaminoto. Diperankan Reza Rahadian, Tjokroaminoto memilih menganggalkan status kebangsawanannya untuk mengabdi pada negara.

Sarekat Islam didirikan Tjokroaminoto untuk merangkul pemuda-pemudi Indonesia melawan rezim kolonial Hindia Belanda. Ia rutin mengumpulkan massa, menggelar orasi, serta menerbitkan surat kabar hingga menjadi ancaman pemerintah Hindia Belanda. Saksikan cerita selengkapnya di Netflix.

5. Kartini (2017)


Kartini (2017)
YouTube/Legacy Pictures

"Kartini" yang diperankan Dian Sastro melihat ibunya diperlakukan terbuang di rumahnya sendiri karena tidak memiliki darah ningrat. Sepanjang hidupnya, Kartini berjuang untuk menyetarakan hak bagi semua orang, terutama untuk perempuan.

Bersama Roekmini (Acha Septriasa) dan Kardinah (Ayushita), Kartini mendirikan sekolah untuk kaum miskin serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Jepara. Perjuangan "Kartini" dapat ditonton di Vidio dan Netflix.

6. Guru-Guru Gokil (2020)


Guru-Guru Gokil (2020)
YouTube/Netflix Asia

"Guru-Guru Gokil" merupakan salah satu film original Netflix dari Indonesia. Seorang pemuda bernama Taat Pribadi (Gading Marten) terpaksa menjadi guru pengganti di sekolah terpencil di Jawa Barat. Banyak kejadian kocak dialami Taat saat mengajar mata pelajaran Sejarah di sana.

Kejadian demi kejadian membuat Taat menemukan jati dirinya. Apabila sebelumnya menilai bahwa kesuksesan sama dengan banyak uang dan kaya raya, Taat akhirnya berubah pikiran. Kira-kira kenapa ya?

You can share this post!

Related Posts