Menko Luhut Sebut Ekspor Benih Lobster Tak Salah, Puji Edhy Prabowo Bak Kesatria
Nasional
Menteri Tersangka Korupsi

Menko Marives yang kini juga menjabat sebagai menteri ad interim KKP itu menegaskan ekspor benih lobster bukan prpyek yang salah karena menurutnya terbukti menyejahterakan rakyat.

WowKeren - Presiden Joko Widodo diketahui menunjuk Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan sebagai menteri ad interim pengganti Edhy Prabowo. Sebab diketahui kini Edhy tengah terjerat dalam kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster.

Usai resmi menggantikan Edhy, Luhut pun langsung memanggil jajaran eselon I Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membahas perihal peraturan menteri (Permen) soal ekspor benih lobster. Dan kesimpulannya, ia menegaskan bahwa Permen itu tidak salah.

"Yang kedua tadi saya rapat pertama dengan semua eselon I untuk melihat, jangan ada pekerjaan yang terhenti. Semua proses tadi, tadi kita evaluasi sebentar mengenai lobster," kata Luhut, Jumat (27/11). "Jadi kalau dari aturan yang ada, yang dibuat permen, yang dibuat tidak ada yang salah. Jadi sudah kita cek tadi, saya tanya Pak Sekjen, Pak Lambok."

Luhut bahkan menilai ekspor benih lobster merupakan program yang turut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. "Semua itu dinikmati oleh rakyat mengenai program ini. Tidak ada yang salah," tegas Luhut, dikutip dari Detik News, Sabtu (28/11).


Kendati demikian Luhut tak menampik upaya evaluasi terhadap program yang sebelumnya ditolak oleh eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti itu. Pada kesempatan yang sama, Luhut pun menilai sosok Edhy bak kesatria.

"Saya tahu Pak Edhy itu sebenarnya orang baik. Saya senang bahwa beliau langsung ambil alih tanggung jawab seperti seorang kesatria," terang Luhut, dilansir dari Kompas. "Dan itu kita harus hormati juga hal-hal semacam itu."

Ia menyoroti keputusan Edhy untuk langsung mengundurkan diri dari jabatan Menteri KKP usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster. Meski sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah perihal pengunduran diri Edhy.

Sebagai informasi, Edhy ditangkap pihak KPK karena diduga menerima sejumlah uang dan hadiah untuk mempermudah izin ekspor benih lobster. Penangkapannya membuat publik kembali meminta agar Susi Pudjiastuti kembali ke kabinet, meski pakar politik Universitas Auckland Selandia Baru meyakini hal itu tak akan terjadi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts