RS Ummi Sudah Minta Maaf, Satgas COVID-19 Bogor Bakal Cabut Laporan Soal Kisruh Tes Swab HRS?
Nasional
Polemik Tes Swab Habib Rizieq

RS Ummi Kota Bogor langsung meminta maaf usai heboh polemik tes swab Habib Rizieq Syihab. Sebab seperti diketahui sampai saat ini hasil tes swab sang Imam Besar FPI masih belum dirilis.

WowKeren - Indonesia dibuat geger dengan kisruh hasil tes swab COVID-19 Habib Rizieq Syihab. Pasalnya sang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) meminta agar hasil tesnya disembunyikan, yang belakangan memicu amarah publik. Bahkan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bogor melaporkan RS Ummi tempat Habib Rizieq dirawat atas kelalaian yang terjadi.

RS Ummi pun langsung menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi atas kejadian tersebut. Dan atas sikap tersebut, tampaknya Satgas COVID-19 akan mempertimbangkan untuk mencabut laporan ke polisi terhadap RS Ummi.

"Mempertimbangkan tidak melanjutkan (laporan) ya," ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Minggu (29/11). "Kami akan terus komunikasi dengan kepolisian, dengan rumah sakit, untuk mencari jalan terbaik."

Dalam perkembangannya, seperti dijelaskan Bima Arya, Satgas COVID-19 Kota Bogor dan RS Ummi sepakat menunggu hasil tes swab oleh MER-C. RS Ummi sendiri sudah berjanji untuk terus berkomunikasi dengan MER-C sehingga hasil tes swabnya bisa segera disampaikan ke Satgas.


Untuk diketahui, MER-C merupakan organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis dan bersifat non-profit. Lembaga itu yang disebut pihak keluarga sudah melakukan tes swab terhadap Rizieq pada Jumat (27/11) lalu di RS Ummi. Namun RS Ummi malah mengaku tidak tahu-menahu soal pelaksanaan tes tersebut.

Padahal hasil tes ini sangat diperlukan oleh Satgas COVID-19 terutama untuk menentukan langkah selanjutnya. Lagipula sejak awal Satgas COVID-19 Kota Bogor pun tidak pernah mempublikasikan data pasien yang terkonfirmasi positif karena berkaitan pula dengan kode etik.

"Kami (Satgas COVID-19) perlu mendapat hasil swab karena untuk menentukan langkah selanjutnya," tegas Bima Arya, dikutip dari Kompas, Senin (30/11). "Yang jadi fokus kami adalah proses dan pelaporan hasil swab setiap pasien di rumah sakit. Ini penting sekali karena berkaitan dengan tracing (penelusuran) dan tracking (pelacakan)."

Sebelumnya Bima Arya juga sudah melemparkan ancaman sanksi pidana terhadap RS Ummi yang dianggap tidak transparan dan kooperatif terkait dengan hasil tes swab Habib Rizieq. Dan ancaman ini diwujudkan lewat pelaporan Direktur Utama RS Ummi, Andi Tatat ke Mapolresta Bogor Kota.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts