Halsey Sebut ada Praktik Suap dan Koneksi di Grammy Awards
Selebriti

Ini bukanlah pertama kalinya Halsey meluapkan rasa kecewanya pada Recording Academy. Tahun lalu, ia juga melakukan hal serupa lantaran namanya tak masuk dalam nominasi Grammy 2020.

WowKeren - Halsey akhirnya buka suara setelah beragam komentar dan kekecewaan penggemarnya lantaran namanya tak tercantum dalam daftar nominasi Grammy Awards 2021. Padahal, album teranyar Halsey, "Manic", diprediksi mampu meraih nominasi Grammy Awards 2021.

Sayangnya, nama pelantun "Graveyard" tersebut sama sekali tak tercantum dalam daftar nominasi yang diumumkan pada Selasa (24/11) lalu. Bahkan, yang mengejutkan banyak pihak, karya baru Justin Bieber yang menuai banyak kritikan justru mendapatkan sejumlah nominasi seperti lagu "Yummy" dan album "Changes".

Atas beragam komentar tersebut, Halsey akhirnya buka suara melalui sebuah pernyataan yang ia unggah di Instagram Story miliknya. Dalam keterangannya, Halsey mengatakan bahwa Grammy Awards adalah proses yang sulit dipahami.

Menurutnya, penilaian atas karya dan musisi untuk mendapat nominasi seringkali terkait penampilan sang musisi di balik layar. Bukan hanya itu, faktor kekuatan alias "suap" di dalam Recording Academy selaku pihak penyelenggara serta soal promosi dan kerja sama antar sesama anggotanya turut memberi pengaruh.

"Saya telah berpikir dan ingin memilih kata-kata saya dengan hati-hati karena banyak orang telah menyampaikan simpati dan permintaan maaf kepada saya sejak nominasi Grammy," kata Halsey dalam unggahannya.

"Serta 'suap' yang cukup ambigu untuk dianggap 'bukan suap'. Dan bila kalian mengerti hingga sampai di situ, ini adalah soal komitmen pertunjukan televisi eksklusif dan memastikan penonton membantu pihak Recording Academy menghasilkan jutaan dolar dari iklan malam penghargaan," kata Halsey.


"Kadang kala mungkin itu terjadi, namun acara ini tidak selalu tentang musik, kualitas musik, ataupun soal kultur," lanjut musisi yang pernah berduet dengan boy grup asal Korea Selatan, Bangtan Boys (BTS), tersebut.

Lebih lanjut, Halsey mengatakan bahwa albumnya, "Manic", dan "After Hours" milik The Weeknd cukup layak untuk mendapatkan perlakuan yang lebih baik. Namun ia menyebutkan ia tak lagi peduli soal apakah ia masuk Grammy Awards ataupun tidak.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya The Weeknd lebih dulu meluapkan kekecewaannya pada pihak Recording Academy lantaran namanya sama sekali tak masuk daftar nominasi, meskipun album "After Hours" maupun lagu "Blinding Lights" miliknya selalu memuncaki chart dan menuai respons positif dari para kritikus.

"Sementara saya SENANG untuk teman-teman berbakat saya yang diakui tahun ini, saya berharap untuk lebih banyak transparansi atau reformasi. Tapi saya yakin unggahan ini akan memasukkan saya ke daftar blacklist," papar Halsey.

Sejak berkarier pada 2015, Halsey baru mendapatkan dua nominasi Grammy Awards, yaitu pada 2017. Kala itu, ia mendapatkan nominasi Best Pop Duo/Group Performance berkat duetnya dengan The Chainsmokers dalam "Closer", dan Album of the Year berkat keterlibatannya dalam album "Purpose" milik Justin Bieber.

Ini bukanlah pertama kalinya Halsey meluapkan rasa kecewanya pada Recording Academy. Tahun lalu, pelantun "Without Me" tersebut juga melakukan hal serupa lantaran namanya tak masuk dalam nominasi Grammy 2020.

Terlepas dari hal tesebut, malam puncak Grammy Awards sendiri akan digelar di Staples Center di Los Angeles pada 31 Januari 2021 mendatang. Berbeda dari tahun sebelumnya, perhelatan Grammy Awards yang ke-63 ini akan dipandu oleh host "The Daily Show", Trevor Noah.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts