Waduh! Sejumlah Dokter Tiongkok 'Panen' Organ Tubuh Korban Kecelakaan untuk Dijual di Pasar Gelap
Rawpixel/Karolina/Kaboompics
Dunia

Para petugas medis yang merupakan pelaku tersebut memiliki pangkat yang tinggi di rumah sakit. Mirisnya, rumah sakit yang dimaksud adalah milik pemerintah di Kota Bengpu.

WowKeren - Sejumlah dokter dilaporkan telah mengambil organ para korban yang tewas dalam kecelakaan mobil. Mereka kemudian menjualnya ke pasar gelap untuk mendapatkan keuntungan.

Enam orang telah dijebloskan ke dalam penjara di Tiongkok, termasuk empat di antaranya merupakan dokter. Dilansir Mirror, Senin (30/11), pasar gelap yang menjual organ manusia memang berkembang pesat di negara tersebut.

Para petugas medis yang merupakan pelaku tersebut memiliki pangkat yang tinggi di rumah sakit. Mirisnya, rumah sakit yang dimaksud adalah milik pemerintah di Kota Bengpu. Mereka meyakinkan keluarga orang yang meninggal untuk menandatangani perjanjian palsu terkait donor organ.

Sebuah situs berita di Shanghai, The Paper, melaporkan jika para pelaku kemudian mengambil organ hati dan ginjal para korban meninggal di dalam ambulans palsu. Organ dari 11 orang, yang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas atau pendarahan otak, kemudian diperdagangkan melalui rumah sakit untuk mendapatkan keuntungan.


Mereka dihukum karena dianggap telah melakukan perusakan pada tubuh jenazah. Atas perbuatannya itu, para pelaku diganjar hukuman 10 sampai 28 bulan. Laporan tersebut menyebut jika operasi bedah dipimpin oleh dua petugas medis, Huang Xinli dan Lu Sen.

Keduanya pernah terlibat dalam pengerjaan pengadaan organ untuk rumah sakit masing-masing. Setelah organ diambil di ambulans, Huang yang merupakan dokter pengawas di Rumah Sakit Menara Genderang Nanjing biasanya akan membawanya ke berbagai rumah sakit. Di sini lah organ tersebut dipakai untuk operasi transplantasi.

Adapun kasus ini terbongkar usai seorang keluarga korban melapor kejanggalan. Shi Xianglin mengklaim bahwa hati dan ginjal ibunya telah 'disumbangkan' pada hari kematiannya tanpa persetujuan darinya. Sedangkan ia tidak melihat nama ibunya dalam daftar donor organ resmi di negara itu.

Ia pun segera melaporkan kasus ini ke otoritas kesehatan dan hukum. Komplotan pelaku dilaporkan mengirim 200.000 yuan kepada sepupu Shi sebagai uang kompensasi. Para pelaku diyakini telah membebankan biaya lebih banyak kepada pasien untuk biaya organ.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts