Anies Baswedan dan Wagub DKI Positif COVID-19, Menko Luhut Ikut 'Diseret' Warganet
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Baik Gubernur maupun Wakil Gubernur DKI Jakarta saat ini sedang dikonfirmasi positif COVID-19, membuat publik mempertanyakan bagaimana kelanjutan pemerintahan Ibu Kota.

WowKeren - Diketahui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Ahmad Riza Patria sama-sama terinfeksi virus SARS-CoV-2. Riza mengonfirmasi penyakit itu pada akhir pekan kemarin, sedangkan Anies baru mendapatkan hasil tesnya pada Selasa (1/12) dini hari.

Tentu kemudian menjadi pertanyaan besar, bagaimana perjalanan pemerintahan di Ibu Kota pasca konfirmasi positif ini. Pertanyaan ini rupanya ikut meramaikan lini masa dunia maya hingga memicu sebuah cuitan bernuansa humor dari seorang warganet dengan akun @ezash.

"Gubernur Jakarta dan Wakilnya keduanya positif. Apakah pak Luhut akan dimandatkan untuk menggantikan posisi sementara mereka?" cuitnya. "Hanya waktu yg bisa menjawab."

Cuitannya ini tentu membuat publik teringat dengan sederet amanah yang dialamatkan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan. Yang terbaru, Menko Luhut diberi amanah sebagai pelaksana tugas (Plt) Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) menggantikan Edhy Prabowo yang saat ini tersandung kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster.


Padahal saat ini Luhut juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Dan ketika Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dirawat karena positif COVID-19, Luhut pun diberi amanah untuk menjadi Plt jabatan tersebut.

Tak pelak cuitan warganet itu langsung diramaikan banyak warganet. "Hahaha semua jadi serba pak luhut yaa skrg, semangat pak," cuit @mar***aaa. "Penasaran sama kolom pengalaman kerja nya bapak luhud," imbuh @maz***daa. "Gak gini jugaaaa," sambung @ra***ll "memprotes", lengkap dengan emoji menangis.

Namun sebelumnya Anies sudah meyakinkan bahwa ia akan tetap bekerja sebagaimana biasanya. Dalam keterangan tertulisnya, Anies menegaskan status konfirmasi positif COVID-19 yang disandangnya tak akan menghalangi berbagai proses pembuatan kebijakan strategis di Ibu Kota karena rapat tetap bisa dipimpin secara virtual.

"Saya akan tetap bekerja memimpin rapat-rapat secara virtual. Sejak Maret lalu kita sudah terbiasa bekerja secara virtual," tutur Anies, dilansir CNN Indonesia. "Dan insya Allah tidak akan ada proses pengambilan kebijakan yang terganggu."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts