Rawan Begal, Tol Trans Sumatera Bakal Dibangun Pos Pantau
https://www.hutamakarya.com/
Nasional

PT Utama Karya (Persero) selaku pihak pengelola jalan tol Trans Sumatera (JTTS) menggandeng Polda Lampung dalam melakukan pengawasan tambahan di jalan tol.

WowKeren - Masih sepinya kendaraan yang lalu lalang di jalan tol Trans Sumatera (JTTS) masih menjadi sorotan. Pasalnya, kondisi ini berpeluang memicu tindakan kejahatan.

PT Utama Karya (Persero) selaku pihak pengelola pun melakukan pengetatan keamanan yang ada di ruas JTTS. HK telah menggandeng Polda Lampung dalam melakukan pengawasan tambahan di jalan tol. Hal ini untuk memastikan keselamatan dan keamanan pengguna jalan yang melintas di sana, terutama di daerah Lampung.

Kasat PJR Ditlantas Polda Lampung, Kompol Azizal Fikri mengatakan jika pengamanan ekstra selain dilakukan di tol juga di rest area. Patroli akan dilakukan selama 24 jam.

"Kami pastikan akan melakukan pengamanan ekstra bagi pengguna jalan tol yang melintas, baik yang ada di jalan tol maupun rest area," kata Azizal melalui keterangan tertulis, Selasa (1/12). "Patroli 24 jam juga akan terus kami lakukan dalam keadaan jalan tol padat maupun ramai, patroli siaga wajib untuk kita lakukan."


Selain menambahkan personel untuk melakukan patroli, juga akan dibangun pos pantau. Sehingga dengan begitu pihak polisi bisa meningkatkan pengawasan.

"Rencananya kami bekerjasama dengan pihak Hutama Karya untuk menempatkan Pos Pantau guna meningkatkan pengawasan yang ada di jalan tol," lanjutnya. "Pos Pam (pos keamanan) di rest area, meningkatkan kegiatan patroli, melakukan penambahan personel, dan menyiapkan fasilitas terkait Kamseltipcarlantas."

Sebagai upaya untuk memastikan keamanan bagi para pengendara, perusahaan telah menyediakan 636 Unit CCTV. kamera pengawasan ini ditempatkan setiap jarak satu kilometer. Kamera akan dipasang dua arah sehingga bisa menjangkau seluruh jarak pandang aktivitas di jalan tol termasuk rest area.

Sementara itu, Executive Vice President Sekretaris HK Muhammad Fauzan menyebut hingga kini pihaknya maupun kepolisian belum menerima laporan resmi terkait tindak kejahatan di jalan tol. Terkait beberapa tindak kejahatan di ruas tol Trans Sumatera, menurut Fauzan setelah dilakukan pengecekan rupanya kejadian tersebut tidak dapat dibuktikan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts