Geger 36 Siswa SMP Di Surabaya Positif Corona, Sekolah Tetap Nekat Dibuka?
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Hasil tes swab pada sejumlah siswa di Surabaya telah keluar. Hasilnya sangat mengejutkan lantaran 36 anak SMP dinyatakan positif COVID-19. Lantas, sekolah akan tetap dibuka?

WowKeren - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memang berencana akan membuka sekolah tatap muka di tengah pandemi virus corona pada Desember ini. Namun, rencana itu terancam batal setelah dikabarkan ada siswa yang positif terinfeksi virus corona.

Seperti yang diketahui, Pemkot Surabata telah melakukan tes swab massal kepada ribuan pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) jelang KBM. Hasil tes swab yang dilakukan beberapa hari lalu itu akhirnya keluar pada Senin (30/11) kemarin.

Pemkot Surabaya pun langsung mengumumkan hasil mengejutkan tes swab tersebut. Setidaknya ada 36 pelajar SMP yang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Mereka dilaporkan berasal dari 17 SMP di Kota Pahlawan.

”Senin (30/11) keluar hasil tes swab siswa SMP. Ada 36 siswa dari total 3.627 siswa yang diperiksa tersebut positif COVID-19,” kata Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara seperti dilansir dari Jawa Pos pada Selasa (1/12). “Sekitar satu persen yang dinyatakan positif COVID-19 dari 17 sekolah yang sudah dilakukan tes swab.”

Febri menjelaskan pihaknya telah melakukan tahap assessment protokol kesehatan. Tahap itu dilakukan sebagai bentuk persiapan Pemkot Surabaya sebelum memulai rencana sekolah tatap muka di tingkat SMP.


Lebih lanjut Febri menjelaskan sebenarnya pelajar yang akan di-swab mencapai 4.000 orang. Namun karena ada sejumlah kendala di lapangan, siswa yang mengikuti tes swab COVID-19 hanya berjumlah 3.627 orang.

”Sebagai bentuk menyikap SKB Menteri tentang pembelajaran tatap muka,” ucap Febriadhitya Prajatara. “Beberapa hari lalu Pemkot melakukan swab test terhadap sekitar 4.000-an siswa SMP.

”Namun, yang mengikuti sekitar 3.627,” semabungnya. “Karena ada yang melakukan swab mandiri dan ada beberapa wali murid yang tidak mengizinkan siswanya ikut sekolah tatap muka.”

Temuan puluhan siswa positif COVID-19 tersebut tentunya membuat rencana pembukaan sekolah tatap muka kembali dipertanyakan. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Supomo sebelumnya telah berjanji akan menggunakan hasil tes swab pada siswa untuk mengevaluasi kembali pembukaan sekolah tatap muka.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini disebut telah memberi instruksi kepada Dispendik untuk menunda pelaksanaan sekolah tatap muka. Penundaan ini dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona semakin meluas hingga kalangan pelajar.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts