Baru Kembali Berjaya, Harga Emas ANTAM Berpotensi Kembali Terjun Bebas Karena Ini
Nasional

Harga emas ANTAM hari Rabu (2/12) ini kembali menguat ke level Rp 952 ribu per 1 gram. Namun harga di pasar global malah mengalami penurunan tipis yang berpotensi berdampak ke emas Antam.

WowKeren - Beberapa waktu belakangan harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) terus menjadi sorotan. Sebab jika biasanya bertahan diterjang wabah virus Corona, secara mengejutkan sejak akhir Oktober 2020 harganya terus menurun dan semakin menjauh dari level Rp 1 juta.

Namun kabar baik terjadi pada Rabu (2/12) hari ini. Sebab dipantau di situs logammulia.com, ada kenaikan senilai Rp 14 ribu untuk harga emas Antam ukuran 1 gram. Sehingga nilainya dari Rp 938 ribu pada Selasa (1/12) kemarin naik menjadi Rp 952 ribu pada hari ini.

Baru Kembali Berjaya, Harga Emas ANTAM Berpotensi Kembali Terjun Bebas Karena Ini-1

logammulia.com

Kenaikan otomatis juga terjadi untuk harga emas Antam dengan ukuran lain. Seperti misalnya harga emas dengan ukuran 0,5 gram dihargai Rp 526 ribu atau emas berukuran 2 gram dihargai Rp 1.844.000.

Baru Kembali Berjaya, Harga Emas ANTAM Berpotensi Kembali Terjun Bebas Karena Ini-2

logammulia.com


Kenaikan juga terjadi pada grafik harga buyback alias pembelian kembali emas Antam. Dengan nilai kenaikan serupa, yakni Rp 14 ribu, harga buyback emas Antam ukuran 1 gram ada di level Rp 825 ribu.

Baru Kembali Berjaya, Harga Emas ANTAM Berpotensi Kembali Terjun Bebas Karena Ini-3

logammulia.com

Tentu ini merupakan angin segar di tengah lesunya investasi emas. Namun kabar baik ini sepertinya harus disikapi dengan hati-hati karena belakangan potensi harga emas Antam bakal kembali terjun bebas berembus.

Potensi ini didasarkan pada harga emas dunia yang turun tipis pada Rabu (2/12). Dikutip dari Reuters, harga emas spot hari ini turun 0,1 persen menjadi USD 1.813,75 per troy ons pada 00.50 GMT. Padahal pada sesi sebelumnya sempat melonjak sampai 2 persen.

Perihal penurunan harga yang sangat tipis ini rupanya berkaitan dengan rencana vaksinasi COVID-19 di Amerika Serikat. Pemerintah Negeri Paman Sam pada Selasa kemarin mengumumkan rencana untuk memvaksinasi jutaan warga paling cepat dilakukan pada pertengahan Desember 2020.

Rencana ini pun diperkuat dengan perusahaan pengembang vaksin Moderna dan Pfizer-BioNTech yang bersaing dalam mendapatkan persetujuan penggunaan darurat (EUA) di Uni Eropa. Kedua perusahaan saat ini sama-sama sudah mengajukan persetujuan tersebut ke badan berwenang.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts