Sultan HB X Minta Desa di Yogyakarta Perketat Prokes Usai COVID-19 Pecah Rekor
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Selain prokes ada hal penting lainnya yang juga harus ditekankan yakni komunikasi warga. Komunikasi yang baik dari warga bisa memudahkan petugas melakukan tracing.

WowKeren - Penambahan kasus corona masih terjadi di sejumlah wilayah, salah satunya Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada Kamis (3/12) kemarin, kasus positif corona di provinsi ini mengalami pecah rekor.

Dalam kurun waktu 24 jam kasus di DIY bertambah sebanyak 189 kasus. Menindaklanjuti lonjakan kasus ini, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Sultan HB X meminta desa-desa di DIY untuk semakin memperketat protokol kesehatan (prokes).

"Ya memang kami kan sudah mengeluarkan keputusan untuk diperketat di desa-desa," kata Sri Sultan di Kepatihan Pemda DIY, Jumat (4/12). "Karena apa yang terjadi dari data-data yang masuk setiap hari bagi saya ini tidak hanya masalah pergi (luar kota) tapi komunikasi (interaksi) sesama tetangga."

Selain prokes ada hal penting lainnya yang juga harus ditekankan yakni terkait komunikasi warga. Komunikasi yang baik dari warga bisa membantu petugas untuk lebih mudah melakukan penelusuran atau tracing.


"Jadi protokol menjadi makin penting," orang nomor satu di DIY tersebut. "Dalam report ini sudah di-tracing ternyata bertemu dengan nomor sekian ini ketemu nomor sekian. Berarti kan antarlingkungan ini."

Penerapan protokol kesehatan tidak hanya sebatas pada menghindari kerumunan namun juga memakai masker. Ia benar-benar mengharapkan warganya untuk menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi saya minta tolong pers dengan kondisi seperti ini mohon (sampaikan) untuk penerapan protokol kesehatan itu tidak hanya (menghindari) berkerumun," lanjutnya. "Tapi pakai masker dan lainnya sudah sangat penting."

Lonjakan kasus pada Kamis (3/12) sebenarnya tidak hanya terjadi di DIY. Papua berhasil menjadi sorotan lantaran penambahan kasus yang berpuluh-puluh kali lipat lebih banyak dibanding hari sebelumnya. Kemarin, Papua mencatat lonjakan kasus sebanyak 1.755 yang mana hari sebelumnya hanya terjadi penambahan sebanyak 30 kasus.

Terkait hal ini, Jubir Satags COVID-19 Wiku Adisasmito sudah memberikan penjelasan. Penambahan kasus Papua yang sebanyak itu tidak terjadi dalam waktu semalam, melainkan akumulasi sejak pertengahan November.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts